Denpasar (Bisnis Bali) –  Suasana Hari Raya Galungan dan Kuningan ini, membuat transaksi produk tenun ikat seperti endek modern bernuansa etnik atau tradisional meningkat. Terutama endek berwarna alami tampak laris manis di pasaran.

Menurut Widya, salah seorang pebisnis endek di kawasan Denpasar, Sabtu (4/11) lalu, warna-warna endek yang alami semakin disukai masyarakat belakangan ini. “Produk endek kian eksis, karena motif-motif tradisional maupun hasil kolaborasi dengan modern juga semakin ditingkatkan belakangan ini,’’ ujarnya.

Lanjutnya, selain terdongkrak hari raya, wajib memakai endek di perkantoran, terutama di pemerintahan, membuat varian ini kian miliki pasar.

“Tenun ikat seperti endek merupakan salah satu produk yang memiliki nilai kearifan lokal, yang kini tidak hanya menjadi produk unggulan masa depan Kota Denpasar. Namun, juga menjadi ungulan di kalangan pebisnis kain endek,” ungkapnya.

Katanya, begitu juga dalam bentuk rancang pakaian pria maupun wanita, endek Bali akan tetap dapat dibedakan dibandingkan endek dari daerah luar seperti Jepara, Palembang, Sulawesi dan lainnya.

Hal senada diungkapkan Rani, salah seorang pebisnis endek lainnya. “Endek Bali saat ini telah mengikuti tren yang berkembang termasuk desain yang up to date,” katanya. Lanjutnya, banyak produsen mulai mengembangkan endek dengan sistem print dan bahannya menggunakan kain katun serta sutra, sehingga dari segi biaya bisa ditekan, serta dari segi kenyamanan si pemakainya optimal.

“Sama seperti halnya kain batik, yakni tidak hanya batik tulis saja yang ada dipasaran, melainkan batik cap juga ada,” jelasnya. (aya)