BPR Ditutup akibat Kesalahan Manajemen Pengelolaan Bank

35
DITUTUP - OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara memberikan informasi penutupan izin BPR KS Bali Agung Sedana.  (kup)

Denpasar (Bisnis Bali) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan penutupan izin usaha bank tentu melalui proses dan tahapan termasuk proses pengawasan khusus. Bank termasuk bank perkreditan rakyat (BPR) ini ditutup lebih banyak akibat kesalahan dalam manajemen pengelolaan bank.

Kepala OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara Hizbullah, Jumat (3/11) mengatakan, BPR bermasalah dan dicabut izinnya tidak ada yang murni karena kondisi ekonomi yang menurun. Sebagian besar BPR ditutup karena pengelolaan manajemen yang kurang baik.

Ia mencontohkan, OJK melalui Keputusan Dewan Komisioner telah melakukan pencabutan Izin Usaha PT

Bank Perkreditan Rakyat KS Bali Agung Sedana. Sebelum dilakukan pencabutan izin usaha, BPR tersebut telah masuk status bank dalam pengawasan khusus sejak tanggal 12 April 2017. Salah satu permasalahan BPR ini karena kesulitan permodalan.

Hizbullah memaparkan, BPR KS Bali Agung Sedana ditutup juga karena alasan kesalahan dalam pengelolaan manajemen. Selain tidak mampu menambah modal sesuai yang dipersyaratkan, BPR KS juga mengalami kerugian.

Lebih lanjut dikatakannya, dalam pengawasan OJK juga juga menemukan kesalahan pengelolaan manajemen di BPR KS. Ini salah satunya ada pemberian kredit rekayasa. Kredit ini tidak memenuhi ketentuan sehingga akhirnya macet.

Menurutnya, kredit macet dibebankan kepada rugi laba. Rugi ini akan mengurangi modal.

Ia menilai kredit BPR KS ini bermasalah kredit yang disalurkan tidak sesuai dengan kemampuan debitur. Ketika kredit macet sehingga bank merugi dan imbasnya modal bank menjadi tergerus. (kup)