Rakor BKS-LPD, Tindaklanjuti Penyangga Likuiditas untuk Bencana Gunung Agung

72
Suasana rapat koordinasi BKS-LPD Provinsi Bali,  dengan LP-LPD Provinsi Bali serta BKS-LPD dan LP-LPD Kabupaten. (wid)

Gianyar (Bisnis Bali)- Dalam rangka merealisasikan bantuan dana penyangga likuiditas untuk LPD di Karangasem terkait bencana Gunung Agung, BKS-LPD Provinsi Bali kembali menggelar rapat koordinasi (Rakor) bersama LP-LPD Provinis Bali serta BKS-LPD dan LP-LPD dari masing-masing kabupaten. Dalam rapat tersebut, membicarakan lebih jelasnya teknis penyaluran penyangga likuiditas serta mendata kembali pengumpulan dana dari masing-masing kabupaten.

Ketua BKS-LPD Provinsi Bali, Drs. I Nyoman Cendikiawan, S.H., M.Si., dalam rapat yang digelar di Lebih, Gianyar, Kamis (19/10) kemarin, mengatakan, berdasarkan hasil rekapan BKS-LPD Karangasem yang dilakukan sebelumnya telah terkumpul dana Rp 4 miliar dari beberapa kabupaten. Sementara itu, berdasarkan data yang dirangkum, BKS-LPD Karangasem, kebutuhan dana penyangga likuiditas untuk mencapai Rp 10 miliar. “Pada hari ini kami kembali melakukan pendataan bagi teman-teman di kabupaten yang belum mengumpulkan data, dan jumlah Rp 4 miliar tersebut hanyalah langkah awal pengumpulan sebelumnya,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, berdasarkan komitmen persatuan dan kebersamaan dari LPD seluruh Bali, dirinya yakin sejumlah dana yang dibutuhkan tersebut akan segera terkumpul. Terkait dengan sistem, Cendikiawan menjelaskan, LPD seluruh Bali dalam hal ini adalah menempatkan dana, sesuai dengan aset dan tidak mengganggu operasional dari masing-masing LPD. “Dana yang terkumpul sementara ditampung di LPD Sukahet, Sidemen Karangasem, yang selanjutnya disalurkan kepada LPD di Karangasem,” jelasnya.

Dia menegaskan, jika pengumpulan dan penyaluran dana likuiditas tersebut diupayakan agar terealisasi sebelum Hari Raya Galungan, mengingat kebutuhan masyarakat akan meningkat pada momen ini. Selain untuk mengantisipasi penarikan yang dilakukan masyarakat, juga disiapkan bagi LPD untuk memberikan bingkisan kepada nasabah yang rutin dilakukan jelang hari raya. “Hal ini dimaksudkan untuk terus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap LPD,” imbuhnya.

Disinggung soal dana sosial yang telah dikumpulkan BKS-LPD, Cendikiawan mengatakan, jika untuk dana sosial yang telah terkumpul dengan jumlah yang mencapai Rp 300 juta, hingga saat ini masih berupa uang. Hal ini dikarenakan masih melihat kebutuhan masyarakat, mengingat waktu mengungsi masih lama dan kebutuhan masyarakat akan lebih banyak lagi nantinya. (wid)