Tim Penilai KWB ASEAN 2017 Apresiasi Kinerja dan Usaha Pemkab Buleleng

19
Audiensi dengan Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana,ST., di Ruang Rapat Lobi Kantor Bupati Buleleng.  (ira) 

Singaraja (Bisnis Bali ) – Tim penilai ASEAN Clean City Tourist (ACTC) atau Kota Wisata Bersih (KWB) ASEAN 2017 telah menilai Kabupaten Buleleng, khususnya Kota Singaraja selama tiga hari, mulai Minggu (15/10) hingga Selasa (17/10) lalu.

Hasil penilaian pun dipaparkan saat tim penilai melakukan audiensi dengan Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, ST., di Ruang Rapat Lobi Kantor Bupati Buleleng, Selasa (17/10). Ditemui usai audiensi, Wakil Ketua Tim Penilai ACTC 2017, Henky Hermantoro, mengungkapkan apresiasinya kepada kinerja jajaran Pemkab Buleleng sebagai salah satu nominator ACTC 2017 untuk mewujudkan kota bersih dalam rangka memberikan kenyamanan, baik itu kepada warganya sendiri maupun wisatawan yang datang.

“Buleleng sangat berbeda dengan kota-kota lainnya, baik di Indonesia maupun ASEAN. Buleleng sudah melebihi standar yang ada dan diberikan untuk ACTC 2017 ini,” ungkapnya.

Dari penilaian yang sudah dilakukan, Henky Hermantoro menjelaskan, ada beberapa catatan-catatan secara umum yang didapatkan tim penilai setelah meninjau 14 titik city tour yang ditawarkan Pemkab Buleleng. Catatan tersebut seperti penyediaan toilet dan sarana pejalan kaki berupa trotoar agar lebih diperlebar lagi.

“Catatan singkat kami mengenai penyediaan toilet, tanda toilet wanita dan pria, serta perlu adanya trotoar yang lebih lebar untuk pejalan kaki. Namun secara umum Buleleng sudah sangat bagus,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Agus Suradnyana menyebutkan sudah memaparkan berbagai usaha dan pemikiran untuk membangun Buleleng dan Kota Singaraja. Bahkan dirinya mengakui tim penilai mengungkapkan Buleleng sudah di jalur yang benar. Setelah jalurnya benar, Pemkab Buleleng akan berproses.

Menurutnya, selama ini dirinya masih fokus di pedesaan sebelum ke kota. “Menurut tim penilai, kami sudah berada di jalur yang benar. Saat ini kami membangun di Kota setelah pembangunan desa terselesaikan,” ujarnya.

Sebelumnya, anggota tim penilai, Vir Katrin sudah berkeliling untuk meninjau beberapa spot city tour yang diajukan Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng sebagai leading sector, Senin (16/10) lalu. Setelah berkeliling dan melihat city tour Kota Singaraja, dirinya mengungkapkan Buleleng sebenarnya memiliki potensi yang sangat besar.

Menurutnya, yang perlu dilakukan sekarang adalah promosi yang gencar. Sembari promosi, perlu juga diikuti dengan pembangunan sarana dan prasarana penunjang pariwisata. “Seperti saat ini yang sudah dilakukan Pemkab Buleleng adalah penambahan toilet. Penambahan toilet merupakan hal yang sangat penting karena salah satu fasilitas publik yang dapat memberikan rasa nyaman kepada wisatawan,” ungkap Vir Katrin. (ira)