CJF Gelar Seminar Strategi Pemasaran ‘’Online’’ UKM

37
Kegiatan seminar yang bertajuk strategi pemasaran online untuk UKM Serangkaian kegiatan CJF. (kup)

Gianyar (Bisnis Bali)- Serangkaian kegiatan Celuk Jewelry Festival (CJF), panitia mengadakan seminar yang bertajuk strategi pemasaran online untuk usaha kecil menengah (UKM), dengan menghadirkan pembicara dari PT. Generasi Digital International (GDI Lab) yang bekerjasama dengan Kementerian koperasi,  Billy Boen, anggota DPR RI, Rieke Diah Pitaloka dan I Wayan Dipta di wantilan pura desa Celuk, belum lama ini.

Kepala Desa Celuk, Wayan Mudiana dalam sambutannya mengatakan, seminar ini memiliki dimensi yang strategis dalam pembangunan ke depan. Pembangunan Desa Celuk merupakan pelaksanaan perubahan untuk meningkatkan kualitas hidup yang lebih sejahtera. Tantangan dalam persaingan perdagangan ke depan merupakan suatu hal yang sangat kompleks, sehingga perlu adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan dalam ilmu pengetahuan untuk menghadapi tantangan dan perubahan yang terjadi pada saat ini.

Ia juga berharap seminar ini dapat menghasilkan gagasan atau ide-ide untuk meningkatkan daya saing suatu produk khususnya kerajinan perak dan emas. Seminar yang juga dihadiri ketua Dekranasda Provinsi Bali dan Ketua Dekranasda Kabupaten Gianyar yang sekaligus menjadi ketua tim penggerak PKK Kabupaten Gianyar Ny.Surya Adnyani Mahayastra dan para pengusaha mengambil tema Strategi Pemasaran Online untuk Usaha Kecil Menengah (UKM).

Acara yang dipandu oleh Ketut Witarka Yudiarta berlangsung sangat interaktif. Wayan Dipta dalam pemaparannya menyampaikan bahwa dunia maya merupakan wadah yang paling kompeten untuk memasarkan/mempromosikan UKM.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menggunakan smart phone dan teknologi secara positif dengan melakukan UKM. Ada beberapa tantangan yang sedang dihadapi oleh pengerajin dan pelaku UKM di Indonesia seperti daya saing, mengingat produktivitas UKM di Indonesia masih ketinggalan dari Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Hal itu disebabkan oleh pemanfaatan teknologi yang masih rendah sehingga kita belum mampu melayani permintaan dengan kuantitas banyak dengan kualitas yang sama. Padahal inovasi dan kemampuan kreativitas anak bangsa sangat potensial untuk bersaing di kanca internasional. Tantangan kedua dari UKM kita adalah masalah pembiayaan, tantangan ketiga adalah cara pengenalan produk ke dunia internasional yang masih perlu ditingkatkan.

Wayan dipta juga mengajak seluruh pelaku UKM untuk memanfaatkan dunia maya serta meningkatkan daya saing dan produktivitas usaha mengingat pangsa pasar produk makanan dan kerajinan karya anak bangsa  sangat tinggi di luar negeri.
Pimpinan PT Generasi Digital International (GDI Lab) yang bekerja sama dengan kementrian koperasi  Billy Boen, mengatakan bahwa “Sayang banget jika tidak menggunakan media sosial untuk mempromosikan dan menjual hasil karya kita,” ujarnya. (kup)