Imbas Berita Hoax Gunung Agung Pesanan Hotel pun Batal 20-30 Persen

50
Upaya pemerintah dan komponen pariwisata menyikapi status awas Gunung Agung dan pemberitaan hoax terkait Gunung Agung. (kup)

Peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Agung ternyata dimanfaatkan pesaing pariwisata Indonesia untuk menjatuhkan pariwisata Bali. Sejauhmana berita hoax Gunung Agung berdampak pada pariwisata Bali dan bagaimana upaya komponen pariwisata menyikapi isu hoax ini?

BELAKANGAN ini banyak sekali penyebaran informasi yang tidak benar seperti yang terkait Gunung Agung. Gunung di Bali ini belum meletus tetapi diberitakan sudah meletus.
Berita hoax ini tentu dapat melemahkan kondisi kepariwisataan Bali. Berita hoax erupsi Gunung Agung dampaknya lebih kepada penundaan kedatangan wisatawan yang berlibur ke Bali.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, AA Gede Yuniartha Putra mengatakan, hoax memang mempengaruhi penurunan animo wisatawan untuk berlibur ke Bali pascameningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Agung. Mereka menunda kedatangan ke Bali.
Ia menjelaskan, Diparda  Bali belum bisa menentukan angka yang pasti berapa jumlah penundaan kedatangan wisatawan berlibur ke Bali. Disparda Bali belum bisa memastikan sampai kapan wisatawan akan menunda liburannya ke Bali.
Dipaparkannya, penundaan kedatangan wisatawan pascapeningkatan aktivitas vulkanik Gunung Agung sebenarnya terjadi merata pada semua pasar. Hanya, pasar yang dominan menunda kedatangan ke Bali wisatawan Asia dan wisatawan asal Eropa.
Diparda Bali telah menyiapkan sistem layanan informasi yang benar terkait status awas Gunung Agung. Hal diharapkan tidak menjadi keraguan wisman untuk datang ke Bali.
Dikatakannya, Kemenpar, Pemerintah Provinsi Bali, pemerintah kabupaten/kota dan stakeholder pariwisata sudah mempercepat pembentukan crisis centre di daerah yang diberi nama Bali Tourism Hospitality (BTH). BTH ini bertujuan memberikan pelayanan kepariwisataan yang optimal. BTH diharapkan agar mampu memberikan informasi yang benar kepada wisman yang akan berkunjung ke Bali. (kup)