TANAMAN sandat atau kenanga di Bali, sangat prospek dikembangkan. Bunga yang satu ini kerap dimanfaatkan untuk melengkapi pembuatan canang (sarana upacara umat Hindu). Karenanya, menurut pemilik stan tanaman Sandat Bali, di Jalan Hayam Wuruk Denpasar, Wayan Sujana, tanaman sandat juga diminati masyarakat untuk ditanam di pekarangan rumah.

Selain dimanfaatkan untuk pembuatan sarana upacara, bunga sandat yang wangi membuatnya kerap digunakan sebagai bahan pewangi untuk membuat berbagai produk spa, dupa dan aroma terapi. Sandat atau kenanga mengandung minyak biang, cananga oil yang wangi.

Dalam tradisi Jawa, kenanga sering hadir pada berbagai upacara atau kebudayaan adat, yang dipakai sebagai bunga tabur pada waktu ziarah ke makam. Selain itu, masyarakat Jawa juga mengolah kenanga menjadi minyak rambut. Indonesia bahkan sudah lama menjadi negara pengekspor minyak kenanga, yang lebih dikenal dengan sebutan Java Cananga Oil. Bunga kenanga dapat diambil minyak atsirinya dengan cara disuling dan dipakai dalam industri wewangian, kosmetika, parfum, sabun, dan sebagaimana.

Tanaman kenanga pada umumnya berbatang besar sampai diameter 70 cm dengan tinggi mencapai 25 meter lebih. “Tetapi banyak orang yang menjadikan kenanga sebagai tanaman hias dalam pot, dengan ketinggian maksimal 3 meter,” ucapnya.

Tanaman kenanga dapat tumbuh di mana saja, namun akan rajin berbunga bila ditanam di tempat subur, beriklim panas, dan pada ketinggian sekitar 20-700 meter di atas permukaan laut. Untuk menanamnya terlebih dahulu buat lubang tanam ukuran 20 x 30 cm dengan kedalaman 20 cm, kemudian beri pupuk kandang dan diamkan selama seminggu. Setelah itu, baru pohon sandat bisa ditanam. Untuk perawatan tidak terlalu sulit dan tidak membutuhkan penyiraman bila ditanam pada awal musim hujan. “Pohon sandat cepat berbunga, sebulan saja dari saat ditanam sudha bisa berbunga,” katanya. (pur)