Penjualan Kebaya Anak-anak tak Tergantung pada Hari Raya

53

Denpasar (Bisnis Bali)- Inovasi model kabaya tidak hanya ditujukan kepada kebaya dewasa, namun juga anak-anak. Tujuannya, untuk menambah penjualan. Hal ini diakui beberapa pedagang kebaya. Menurut mereka,  penjualan kebaya anak-anak tidak terlalu berpatokan pada musim hari raya.

Seperti dikemukakan salah seorang pedagang kebaya di Pasar Badung, Dewitra, Selasa (17/10). Ia mengatakan, jelang Hari Raya Galungan dan Kuningan tidak terjadi lonjakan permintaan pakaian anak-anak khususnya pada kebaya. Hal ini dikarenakan penjualan kebaya anak tidak berpengaruh pada musim. “Orang tua biasanya tidak melihat momen hari raya untuk membelikan anak-anaknya kebaya. Mereka biasanya membelikan, jika kebaya anak sudah mulai rusak ataupun pudar dan akan membeli dengan model yang terbaru,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, saat ini kebaya juga digunakan oleh anak-anak ke sekolah pada hari-hari tertentu seperti Purnama ataupun Tilem. Hal ini membuat kebutuhan kebaya anak itu setiap saat tanpa menunggu momen-momen tertentu.

Berbeda dengan kebaya dewasa yang up to date dengan model terbaru, dan penjualan akan sangat laris jelang hari raya. Dia mengatakan, jika kebaya anak juga mengikuti model kebaya dewasa. Namun kebaya anak-anak lebih didesain sedemikian rupa, agar anak-anak nyaman dalam menggunakannya.

Disinggung soal harga, Dewitra mengatakan, harga kebaya anak-anak bervariasi. Dia menjelaskan, jika kebaya anak-anak khususnya untuk perempuan berukuran 0-5. Harga yang ditawarkan Rp 50.000 hingga Rp 70.000 per set diluar selendang. Dan untuk pakaian adat anak laki-laki rata-rata Rp 100.000 per set diluar destar. Adapun ukuran yang tersedia untuk pakaian adat anak laki-laki yaitu S,M, L dan XL. Bahan yang digunakan untuk pakaian adat anak laki-laki juga senyaman mungkin yang saat ini permintaan lebih ke bahan kaos ataupun semi safari yang mudah dicuci.(wid)