Terapkan Bunga LPS, BPR Edukasi Nasabah

27
LPS - BPR mengikuti ketentuan LPS dengan mengedukasi nasabah. (kup)

Mangupura (Bisnis Bali) – Bank perkreditan rakyat (BPR) wajib menerapkan suku bunga Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Ketua Perbarindo Korcam Mengwi, IGW Dwisandita, Senin (16/10) mengatakan, untuk menerapkan suku bunga LPS, BPR wajib mengedukasi masyarakat dan sektor UMKM yang menjadi nasabah BPR.

Ia mengungkapkan, LPS sudah menurunkan suku bunga penjaminan simpanan rupiah di bank umum, yakni dari 6,25 persen menjadi 6 persen. Sementara suku bunga penjaminan LPS  untuk BPR turun dari 8,75 persen menjadi 8,5 persen.

Ia menjelaskan, ketika bunga LPS turun secara otomatis bunga tabungan dan deposito di BPR mengalami penurunan. Ini bisa diterapkan di mana BPR wajib mengedukasi nasabah bahwa bunga deposito dan bunga tabungan mengikuti ketentuan LPS.

Dipaparkannya, edukasi ini bertujuan agar nasabah memahami risiko melanggar suku bunga LPS. Ketika ketentuan suku bunga LPS dilanggar, risiko dana masyarakat yang ditempatkan di perbankan termasuk BPR tidak dijamin pemerintah.

Lebih lanjut dikatakannya, ketika tingkat kesehatan BPR menurun maka Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan memberikan pengawasan khusus. Bahkan, izin bank akan dicabut.

Menurutnya, ketika keuangan bank tidak sehat ini, dana masyarakat yang ditempatkan di bank melebihi suku bunga LPS, pemerintah tidak menjamin akan mengganti uang masabah tersebut. Ini menjadi pertimbangan bagi BPR ketika bunga LPS turun maka bunga deposito dan bunga tabungan mesti diturunkan dengan menyesuaikam bunga LPS.

Ia mencontohkan, di BPR Sapta Cristy ketika bunga LPS turun, maka tim penentu aset dan utang akan melakukan langkah penyesuaian bunga deposito dan tabungan. Tim ini beranggotakan pejabat eksekutif meliputi direksi dan kepala bagian kredit dan dana.

Ia menilai, BPR akan berada pada posisi aman bunga tabungan dan deposito sesuai dengan bunga LPS. Bunga dana pihak ketiga (DPK) ini sesuai ketentuan yang wajar. (kup)