Peduli Anak Yatim, LPD Kekeran Tanggung Biaya Sekolah hingga Tamat

15

Tabanan (Bisnis Bali)- Manfaat yang diberikan oleh Lembaga Perkreditan Desa (LPD), tidak hanya bergerak dalam bidang kegiatan adat ataupun pembangunan secara fisik, namun juga memperdulikan kehidupan masyarakat. Seperti halnya LPD Kekeran yang berada di wilayah Kabupaten Tabanan, juga sangat memperhatikan pendidikan  masyarakatnya, terutama bagi anak yatim dan kurang mampu, yang biaya sekolah ditanggung oleh LPD hingga tamat.

Kepala LPD Desa Adat Kekeran, I Made Gurim,S.E., saat ditemui, Senin (16/10) kemarin, mengatakan, saat ini ada sekitar 7 orang anak yatim yang menjadi tanggungan LPD. Bahkan, dikatakannya, biaya yang ditanggung LPD tidak hanya SPP, namun melingkupi semua biaya yang dibutuhkan anak-anak. “Kami tidak hanya menanggung uang jajan dan transport mereka, semuanya kami tanggung. Mulai dari biaya awal sekolah, buku-buku hingga SPP bulanan serta pembayaran lain,” katanya.

Lebih lanjut, dijelaskannya, tanggungan biaya ini juga diberikan kepada anak selama 12 tahun, serta anak bebas memilih sekolah dimanapun yang diinginkan. “Misalkan ada yang memilih kejuruan, seperti tahun kemarin seorang anak memilih sekolah pariwisata dengan uang muka Rp 4 juta, tetap kami tanggung,” imbuhnya.

Dia mengatakan, tujuan dari pemberian beasiswa bagi anak-anak yatim ini dimaksukan, sebagai bentuk kepedulian LPD kepada masyarakatnya yang kurang mampu, sehingga yang bersangkutan bisa menjalankan kehidupan dengan layak. Ia menambahkan, pemberian bantuan biaya sekolah ini hanya ditujukan kepada anak yatim yang kurang mampu.  Hal ini dilakukan, agar bantuan yang diberikan tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat. “Kami sesuaikan dengan apa yang terjadi di lapangan, jika memang ada anak yatim namun sudah mampu dalam hal ekonomi, kami tidak berikan, karena prioritas kami benar-benar membutuhkan,” ungkapnya.

Dikatakannya, syarat penerima bantuan ini juga direkomendasi oleh kepala desa setempat dengan surat keterangan miskin. Dia menjelaskan, atas bantuan yang diberikan dan sudah berjalan kurang lebih 4 tahun, salah seorang warga masyarakat yang menjadi objek perhatian LPD telah berhasil menamatkan diri, hingga memperoleh pekerjaan. “Salah seorang anak kami telah lulus dan saat ini bekerja di Kuta, dan dilihat dari sisi ekonominya, anak tersebut sudah mampu membiayai dirinya hingga membeli sepeda motor. Disinilah keinginan kami, agar anak tersebut mendapatkan kehidupan yang serupa dengan masyarakat lainnya,” katanya.

Disinggung soal anggaran biaya, Made Gurim mengatakan, jika anggaran tidak bisa dirancang secara pasti, mengingat kebutuhan anak berbeda-beda. Dia mengatakan, jika sifat anggaran fleksibel, yang berpatokan pada biaya yang dibutuhkan anak di sekolahnya masing-masing.

Disisi lain, LPD Kekeran juga memberikan bantuan kepada masyarakat seperti halnya pembangunan banjar, tempat suci, hingga penyelenggaraan odalan. Dia berharap, dengan segala bentuk bantuan yang diberikan, masyarakat terus bisa merasakan manfaat yang diberikan LPD. “Hingga saat ini 95 persen masyarakat telah mempercayakan LPD, sebagai tempat menyimpan ataupun meminjam dana. Kami berharap kedepannya kepercayaan masyarakat akan terus meningkat,” imbuhnya.(wid)