Jelang Galungan Permintaan Kebaya Putih Naik 100 Persen

50

Denpasar (Bisnis Bali) Dua minggu menjelang Hari Raya Galungan, permintaan kebaya telah mengalami peningkatan yang signifikan. Peningkatan permintaan kebaya bahkan mencapai  100 persen, dibandingkan hari biasa, sehingga moment hari raya memberikan keuntungan besar bagi para pebisnis busana adat.

Komang Hendra Yani, pemilik OA Kebaya Denpasar memaparkan, tren kebaya saat ini masih pada kebaya model kutu baru. ‘’Model kebaya bet atau kutu baru tetap menjadi tren, karena model tersebut tidak ada matinya dan menjadi model sepanjang masa,” ucapnya. Dibandingkan dengan model lainnya seperti model kartini ataupun modifikasi lainnya, model kutu baru menjadi model yang paling bertahan dan tidak pernah mati.

Tren kebaya masih pada brokat  dikombinasikan dengan payet, untuk membuat kesan mewah. Meski demikian, menjelang Galungan kebaya warna putih polos lebih  mendominasi permintaan konsumen, sedangkan kebaya warna lainnya tidak mengalami peningkatan permintaan. ‘’Kalau kebaya putih memang lebih cocok untuk dibawa ke Pura, karena terkesan bersih dan suci. Memang tidak ada larangan untuk memakai kebaya warna lainnya, namun konsumen lebih memilih untuk menggunakan kebaya putih,” tukasnya.

Permintaan kebaya putih ini meningkat 100%. “Biasanya sekali membuat kebaya, saya membuat  100 pc, bisa habis terjual satu atau dua hari. Padahal kalau hari biasa bisa satu hingga dua minggu baru habis terjual,” terangnya. Peningkatan permintaan tersebut khusus untuk kebaya  putih, sedangkan kebaya lainnya penjualan biasa saja. Permintaan kebaya putih polos tanpa payet lebih banyak yaitu, sekitar 70 persen dari penjualan, karena harganya yang lebih terjangkau dan lebih bertahan dari segi model dibandingkan yang dikombinasikan dengan payet kemungkinan akan cepat ketinggalan zaman. Harga kebaya kutu baru ini cukup terjangkau yaitu, mulai Rp 150 ribu untuk kebaya putih polos hingga Rp 300 ribu. (pur