Mobil Cina dengan varian Confero S. milik Wuling saat ini telah mengaspal di Bali. Kendaraan roda empat itu optimistis untuk menembus pasar otomotif nasional umumnya dan pasar Bali khususnya. Salah satunya melalui harga murah yang mereka tawarkan. Bagaimana agen pemegang merek (APM) Jepang menghadapinya?

KENDARAAN Confero masuk dalam segmen low MPV. Artinya, mereka akan berebut pasar dengan Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Honda Mobilio, Suzuki Ertiga, Nissan Grand Livina hingga Mitsubishi Expander.
Menurut Kepala Cabang PT Astra Internasional Daihatsu Tbk Denpasar, Tulus Pambudi, pihaknya tak gentar dengan kehadiran Wuling. Dia optimistis, kehadiran mobil rakitan asal Cina itu tidak akan menggeser pasar Daihatsu.
“Konsumen tidak hanya melihat harga murah yang jadi pertimbangan, tetapi seperti apa kualitasnya, serta bagaimana jaringan purnajualnya,” katanya.
Lanjutnya, berbeda dengan produk Jepang seperti Daihatsu yang hingga kini terbukti layanan purnajualnya. “Rata-rata kami mampu menjual 400 unit per bulan dari berbagai varian saat ini,” ungkapnya.
Tulus mengatakan, kenaikan penjualan Daihatsu ini seiring tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan pabrikan Jepang tersebut yang memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif dibandingkan produk pabrikan lainnya.
Menurut dia, banyak pertimbangan yang membuat penjualan Daihatsu ke depannya terus berkembang.
Ia mengatakan, tren kendaraan saat ini didominasi multi purpose vehicle (MPV) karena masyarakat cenderung memilih mobil untuk keluarga, namun mobil jenis city car juga banyak diminati.
“Mobil MPV lebih mendominasi namun tidak kalah saing dengan city car yang diminati konsumen seperti Daihatsu Ayla dan Sirion,” ucapnya.
Hal ini berdampak positif terhadap penjualan Daihatsu, terlebih banyaknya penawaran suku bunga murah dan jangka waktu yang panjang bagi pembelian mobil dengan kredit.
“Sangat positif adanya super leasing yang memberikan suku bunga ringan dan jangka waktu lama,” tandasnya.

Hal  senada diungkapkan Kepala Cabang Auto 2000 Denpasar Haris Prasetya. Pihaknya menilai, kehadiran varian Cina terbaru hanya akan berdampak sementara.
‎Auto2000 Cabang Denpasar optimistis penjualan pada tahun ini bisa mencapai 2.000 unit, naik 15 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sekitar 1.700 unit. Haris menekankan, kenaikan itu disebabkan daya beli masyarakat Bali meskipun tertekan tetapi masih tetap tinggi disebabkan pertumbuhan industri pariwisata.
Usaha travel di daerah ini memacu peremajaan kendaraan. Ini sebagai layanan kepada wisatawan yang jumlahnya terus bertambah. Adapun sjenis mobil yang laris, di antaranya low cost green car (LCGC). Tahun lalu sebulan kami bisa menjual 200 unit, dan 70 unitnya adalah Calya disusul Agya, dan tahun ini pun masih akan sama,” jelasnya. (aya)