Sikapi Pembatalan Kunjungan Wisatawan, HPI Buktikan Bali Aman

28

Denpasar (Bisnis Bali) – Status awas Gunung Agung menyebabkan tidak sedikit wisatawan yang membatalkan berkunjung ke Bali. Ketua DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Bali, Nyoman Nuarta Jumat (13/10) mengatakan untuk menekan dampak travel advice (TA) akibat pembatalan kedatangan wisatawan, stakeholder pariwisata Bali wajib memberikan informasi terkini tentang kondisi Gunung Agung dan sejauh mana kondisi kawasan Bali yang lain secara menyeluruh.

Diungkapkannya, HPI bersama anggota memberikan informasi kondisi terkini kepada wisatawan yang berlibur. Informasi status awas Gunung Agung disampaikan secara objektif kepada wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara yang berlibur ke Bali.

Ia menjelaskan setelah status Gunung Agung berubah dari siaga menjadi awas. Pemerintah mulai sibuk mengurus para pengungsi yang akan berdampak langsung  apabila Gunung Agung meletus.

Dipaparkannya, hampir  lebih dari 2 minggu posisi status Gunung Agung menjadi awas  dan belum ada kepastian. Ketidakjelasan kapan akan meletus menurut KSDM , Badan Geologi, PUMBG mengajak masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pendaki, pengunjung atau wisatawan agar tidak melakukan aktivitas apapun di zona perkiraan bahaya Gunung Agung.

Lebih lanjut dikatakannya, area berbahaya  kawah Gunung Agung  dan seluruh area dalam radius 9 km dan kawah puncak Gunung Agung  dan ditambah perluasan sektoral dengan radius 12 km.
Ia melihat tidak ada kepastian lama status awas Gunung Agung. Pemerintah sudah mengadakan rapat  untuk merencanakan langkah-langkah yang harus diambil untuk para pengungsi dan wisatawan.

Menurutnya, para kompetitor atau pesaing bisnis di bidang pariwisata menggunakan Gunung Agung sebagai objek agar wisatawan menunda kunjungan ke Bali. Ini dengan cara mengatakan kepada dunia bahwa Gunung Agung sudah meletus dan Bali untuk sementara waktu bahaya untuk dikunjungi.

Ia menilai brita hoak yang menyebabkan  terjadinya cukup banyak wisatawan menunda kunjungannya ke Bali. Untuk itu para steakholder pariwisata sudah membentuk  posko informasi yang satu pintu atau (task force) bertujuan agar posko ini mampu memberikan informasi yang jelas, akurat kepafa para calon pengunjung baik domestik dan mancanegara.

Anggota HPI melihat upaya seperti memberikan himbauan kepada wisatawan yang masih berada di Bali agar ketika pulang kenegerinya juga bisa memberikan informasi tentang Bali.

Ini terutama tentang posisi atau status Gunung Agung. Ini termasuk apabila nantinya Gunung Agung meletus sudah barang tentu tugas para guide adalah mengajak wisatawan ke tempat tempat yang sudah ditentukan oleh pemetintah. (kup)