Denpasar (Bisnis Bali) – Untuk meningkatkan tertib administrasi, mulai dari tingkat banjar/lingkungan PKK Desa Ubung Kaja menggelar lomba tertib administrasi. Lomba ini dilaksanakan setelah mendapatkan pembinaan dari TP PKK Kota Denpasar, bagaimana pelaksanaan administrasi PKK yang baik sesuai Rakernas VIII 2015.

Demikian disampaikan Ketua TP PKK Desa Ubung Kaja, Ny. Mirta, saat melakukan evaluasi administrasi tingkat banjar/lingkungan se-Desa Ubung Kaja, Jumat (13/10), di Kantor Desa Ubung Kaja.

“Selama ini PKK banjar/lingkungan telah mendapatkan sosialisasi tentang pelaksanaan administrasi PKK,” ujarnya. Sosialisasi yang dilaksanakan TP PKK Kota Denpasar langsung menyasar kader-kader PKK terbawah. Setelah mendapatkan sosialisasi pihaknya ingin mengetahui sejauh mana pemahaman para kader tentang tertib administrasi. Dengan adanya evaluasi diharapkan semua PKK di Desa Ubung Kaja benar-benar dapat memahami tentang administrasi PKK.

Di samping itu, lomba administrasi PKK dilaksanakan agar banjar/lingkungan yang ada di Desa Ubung Kaja menjadi tertib administrasi untuk tingkat desa/kelurahan. Menurutnya, tertib administrasi memiliki peran penting dalam setiap program yang dilaksanakan. Mengingat administrasi menjadi bahan evaluasi setiap pelaksanaan program termasuk program PKK.

Sementara Pengurus PKK Kota Denpasar, Ny. Mister mengatakan, evaluasi yang dilakukan oleh Desa Ubung Kaja merupakan salah satu bentuk untuk mengevaluasi pemahaman para kader tentang administrasi PKK.

Selama ini telah sering dilakukan pembinaan baik oleh PKK tingkat Desa, Kecamatan dan Kota Denpasar. Sosialisasi yang dilaksanakan selama ini langsung menyasar kader-kader PKK yang ada di banjar/lingkungan, desa/lurah se-Kota Denpasar.

Pembinaan dan sosialisasi ini diharapkan dapat menyamakan program-program PKK mulai dari tingkat banjar/lingkungan sampai desa/lurah kecamatan sampai tingkat kota. Lebih lanjut Ny. Mister mengatakan, TP PKK Kota Denpasar terus gencar melakukan sosialisasi tertib administrasi sehingga diharapkan dapat menyamakan persepsi dalam pelaksanaan program PKK.

“Kami harapkan dengan adanya sosialisasi ini para kader PKK mulai dari tingkat dusun, desa/lurah, kecamatan dan kota dapat satu persepsi dalam melaksanakan program PKK,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan administrasi PKK antara Rakernas VII dan Rakernas VIII sedikit ada perbedaan terutama dalam pencatatan. Sesuai dengan Rakernas VIII untuk pencatatan yang dilakukan lebih detail. Contohnya, untuk pencatatan keuangan, dalam rakernas delapan ini ada kolom tambahan penggunaan dari dana sehingga benar-benar bisa dipertanggungjawabkan.

Termasuk juga dalam administrasi PKK sesuai Rakernas VIII ada pencatatan terhadap anak-anak berkebutuhan khusus. Tentunya dengan semakin jelas data dan administrasi yang dilakukan lebih mempermudah dalam merencanakan tiap program.

“Administrasi sesuai rakernas VIII sangat membantu PKK dalam merencanakan pelaksanaan program mengingat data yang ada telah lengkap,” jelasnya. Di samping itu, pelaksanaan tertib administrasi ini tiap tahun dilakukan seleksi, sehingga diharapkan benar-benar para kader memahami tentang tertib adminstrasi tersebut.

Setalah melalui sosialisasi panjang tersebut masing-masing desa/lurah telah melaksanakan lomba administrasi PKK. Tentunya ini sangat diapresiasi terhadap evaluasi yang telah dilaksankan. “Kami harapkan dengan lomba administrasi tingkat desa Ubung Kaja ini semakin meningkatkan pemahaman para kader tentang administrasi PKK,” tandasnya. (sta)