Denpasar (Bisnis Bali) – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar melalui kegiatan koordinasi pengelolaan Program Kali Bersih (Prokasih) telah melaksanakan lomba sungai bersih yang dinilai sejak Senin (2/10) hingga Jumat (6/10) lalu dan menetapkan Desa Ubung Kaja menjadi juara umum I.

Keberadaan aliran sungai, khususnya di Kota Denpasar sebagai kawasan suci yang sering berkaitan dengan upacara agama menjadi suatu hal yang mendasari kegiatan ini. Kebersihan sungai harus tetap terjaga dengan tidak menjadikan sungai sebagai tempat membuang sampah, sehingga partisipasi masyarakat harus terus ditingkatkan agar dapat ikut serta memelihara kelestarian lingkungan.

“Kami mengajak masyarakat Kota Denpasar untuk selalu menjaga kebersihan sungai dan dapat ikut serta memelihara kelestarian lingkungan,” demikian ditegaskan Wakil Wali Kota Denpasar, I GN Jaya Negara, saat pengumuman juara lomba kali bersih tingkat kecamatan se-Kota Denpasar yang dipusatkan di DAM Umadui, Desa Padangsambian Kelod pada Jumat (13/10).

Kegiatan ini diawali dengan pemasangan papan himbauan kebersihan di pinggiran sungai Umadui yang dilakukan oleh Wakil Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara bersama Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara, yang dilanjutkan dengan penyisiran aliran sungai Tukad Mati Dam Umadui.

Acara juga dimeriahkan aksi panggung Nanoe Biroe dan  yel-yel kebersihan yang dibawakan siswa-siswi Kota Denpasar yakni, Denpasar bersih, bersih, bersih, pilah sampah pasti bisa, kebersihan tanggungjawab saya, serta menyerukan mengajak masyarakat menjaga kebersihan sungai.

Di samping itu, kegiatan juga dimeriahkan pameran pengolahan sampah dan fashion show pakaian daur ulang sampah.

Lebih lanjut Jaya Negara mengatakan, melalui lomba kali bersih sebagai program untuk bersama-sama masyarakat mewujudkan kebersihan dari aliran sungai. Menjaga kebersihan sungai juga sebagai langkah mengantisipasi terjadinya banjir pada saat musim penghujan tiba.

Jaya Negara juga mengapresiasi  upaya yang telah dilakukan seluruh aparatur desa/kelurahan bersama-sama masyarakat untuk mewujudkan kebersihan sungai. Hal ini dapat terus dilakukan sehingga tidak ada lagi masyarakat yang membuang sampah maupun limbah ke sungai.

Jaya Negara mengharapkan, dengan imbauan dan ajakan bersama masyarakat pembangunan lingkugan sungai dapat diwujudkan demi kepentingan generasi masa kini dan masa depan, serta lingkungan akan tetap dapat mendukung keberlangsungan hidup manusia dan mahluk hidup lainnya.

“Mari kita menyadari bersama-sama betapa pentingnya keberadaan sungai dan kita dapat melakukan upaya nyata mendukung pelestarian dan fungsi sungai,” ujar Jaya Negara.

Sementara Kepala DLHK Kota Denpasar, Ketut Wisada mengatakan, kegiatan lomba kali bersih di empat kecamatan se-Kota Denpasar ini bersinergi dengan pengelolaan sampah yang berkaitan dengan pengendalian pencemaran lingkungan di Kota Denpasar.

Dengan adanya pemilahan sampah yang baik diharapkan tidak ada lagi masyarakat yang menjadikan sungai sebagai tempat membuang sampah. Wisada juga menjelaskan ada 16 sungai di 15 lokasi desa/lurah dalam ajang lomba sungai bersih tahun ini. (sta)