Singaraja (Bisnis Bali) – Kabupaten Buleleng kembali meraih prestasi nasional. Kali ini dalam bidang pengelolaan keuangan. Untuk ketiga kalinya, Buleleng meraih opini tertinggi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI yaitu Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun 2016.

Berbeda dengan tahun sebelumnya yang diundang ke Kantor BPK RI Perwakilan Bali untuk menerima penghargaan, kali ini piagam WTP diserahkan langsung di kabupaten penerima WTP. Piagam tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal (Ditjen) Perbendaharaan Provinsi Bali, Dedi Sopandi yang ditugaskan oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani kepada Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, S.T., di Ruang Rapat Bupati Buleleng, Kamis (12/10).

Ditemui usai penyerahan, Dedi Sopandi menjelaskan WTP ini diberikan kepada Kabupaten Buleleng untuk ketiga kalinya setelah tahun 2015 dan tahun 2016. Untuk saat ini, akuntansi yang digunakan adalah akuntansi berbasis akrual. Dirinya sempat khawatir terjadi penurunan opini terhadap LKPD namun berkat kerja sama semua pihak dan kesiapan yang ada, hal tersebut tidak terjadi dan berhasil.

“Penghargaan dari Bu Menteri ini untuk Kabupaten Buleleng cukup membanggakan karena diraih pada tahun kedua penerapan akuntansi berbasis akrual. Ini berkat kerja sama semua pihak,” jelasnya.

Seperti diketahui, berkat penghargaan WTP yang merupakan terbaik keenam di Indonesia, Kabupaten Buleleng berhak menerima reward berupa dana insentif daerah (DID) sebesar Rp 55 miliar. Untuk reward tahun ini, Dedi Sopandi mengakui tidak berani memastikan karena bukan ranah dari Ditjen Perbendaharaan.

Namun, sepanjang pengetahuannya, ada beberapa syarat untuk menerima  reward berupa DID tersebut. “Salah satu dari beberapa syarat tersebut adalah laporan keuangannya menerima opini tertinggi yaitu WTP. Mudah-mudahan ada reward lagi kalau penyusunan APBD nya tepat waktu, LAKIP nya bagus dan meraih WTP. Syarat-syarat tersebut harus dipenuhi untuk menerima DID. Kita tidak bisa memastikan karena hal tersebut merupakan ranah Ditjen Perimbangan Keuangan Daerah,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, S.T., kembali menegaskan Kabupaten Buleleng sudah tiga kali berturut-turut menerima opini WTP. Tentu hal ini menjadi kebanggan tersendiri untuk Kabupaten Buleleng. Dengan diraihnya WTP ini, Kabupaten Buleleng berpeluang besar untuk kembali menerima Penghargaan Dana Raksa dan juga Dana Insentif Daerah (DID) seperti tahun lalu.

“Hal ini tentu membanggakan bagi kita karena sudah meraih opini WTP untuk ketiga kalinya dan mudah-mudahan kita menerima DID lagi,” ujarnya. Dirinya juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh stakeholder  terkait yang sudah bekerja keras untuk mewujudkan opini WTP ini karena bagaimana pun opini ini sangat diperlukan untuk menambah  dana tambahan melalui reward  yang diberikan untuk kesejahteraan masyarakat Buleleng sendiri. “Kita akan terus berupaya, berkinerja dan bekerja keras untuk mensejahterakan masyarakat di Buleleng,” tutup Agus Suradnyana. (ad 1.944)