TURUNNYA suku bunga acuan Bank Indonesia, secara tidak langsung berpengaruh pada penurunan suku bunga deposito perbankan. Turunnya suku bunga deposito ini ada kekhawatiran membuat deposan beralih ke investasi lain yang menawarkan suku bunga tinggi. Masihkah investasi di deposito menjanjikan?

Suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI 7 day repo rate (BI 7 DRR) turun ke level 4,25 persen setelah sebelumnya berada di 4,50 persen. Turunnya BI 7 DRR direspons perbankan dengan menurunkan suku bunga deposito. Satu sisi deposito merupakan sektor yang penyumbang pendapatan bank karena banyaknya deposan yang menyimpan dana dengan melihat suku bunga yang tingggi ditawarkan. Suku bunga deposito rata-rata bervariasi setiap perbankan di kisaran 4-7 persen per tahun.

Masyarakat melirik menempatkan dana di deposito selain suku bunga tinggi, juga bisa dimanfaatkan sebagai agunan atau jaminan kredit sesuai kebijakan masing-masing bank. Umumnya saat orang meminjam menggunakan jaminan berupa aset berwujud seperti BPKB mobil atau akte tanah, padahal deposito dan tabungan bisa dipakai sebagai jaminan kredit juga di bank.

Kini dengan turunnya suku bunga deposito masihkah masyarakat melirik investasi ini? Pengamat perbankan Kusumayani, M.M. menilai, deposito masih potensial dilirik masyarakat karena memiliki tingkat keamanan lebih dibandingkan ragam investasi lainnya. Selain itu, deposito memiliki risiko yang rendah.

“Umumnya masyarakat melirik deposito karena mempunyai keuntungan berupa suku bunga yang tinggi dibandingkan suku bunga yang ada pada produk seperti tabungan,” katanya.

Ia mengatakan, kendati deposito berisiko rendah tetap deposan harus pintar-pintar memilih deposito bila untuk investasi seperti tentunya bank yang menawarkan deposito itu sendiri. Selanjutnya, jangka waktu yang ditawarkan karena ada bulanan hingga tahunan karena berpengaruh pada suku bunga dan keuntungan yang didapatkan.

”Untuk mendapatkan bunga tinggi, tentu deposan harus mengetahui suku bunga deposito bank lainnya dan tanyakan untung ruginya,” ujarnya. (dik)