Pemahaman Kurang, Hambat Perkembangan Koperasi

13
 Salah satu koperasi di Denpasar yang dikelola profesional (sta)

Denpasar (Bisnis Bali)- Pemahaman tentang koperasi oleh gerakan sampai saat ini pada umumnya masih rendah. Terbukti masih banyak kejanggalan yang dilakukan, baik oleh pengurus dan anggota koperasi dalam menjalankan manajemen usaha. Maka itu, pemerintah dan organisasi koperasi bersama-sama melakukan pembinaan penguatan pemahaman tentang koperasi yang benar sesuai perudang-undangan.

Pemerhati koperasi, Dr. I Putu Astawa, S.E.M.M., Rabu (11/10) kemarin menegaskan koperasi sudah ada sejak lama. Namun pemahaman perkoperasian yang benar oleh masyarakat umumnya masih rendah. Bukan hanya masyarakat yang belum menjadi anggota koperasi, bahkan yang sudah menjadi anggota saja pemahamannya masih rendah. Maka itu tugas pemerintah dan dekopin untuk melakukan pembinaan dan sosialisasi. ”Kami lihat usaha pembinaan pemahaman tentang koperasi dilakukan kurang maksimal. Karena dipandang semua masyarakat dan gerakan sudah paham. Padahal, kenyataannya masih sangat kurang. Terbukti, bukan hanya masyarakat, anggota koperasi saja tapi pengurus juga banyak yang belum mengerti yang sesungguhnya tentang koperasi yang benar. Misal hal kecil masih banyak pengurus membuat program kerja tanpa persetujuan anggota. Padahal, apapun yang dijalankan pengurus wajib mendapat persetujuan anggota. Karena anggota kedudukan tertinggi dalam kepengurusan koperasi,”papar Astawa.

Pemerhati sekaligus ‎Ketua Koperasi Serba Usaha Nawa Eka Cita, I Nyoman Sudarsa, S.E., membenarkan jika pemahaman tentang koperasi perlu ditingkatkan. Baik di lingkungan pengurus selaku pengelola koperasi, pengawas internal koperasi dan anggota selaku pemilik koperasi. Kekuasaan anggota tertinggi masih di balik menjadi terbawah. Anggota masih dianggap nasabah saja, bukan pemilik koperasi. Sehingga benar apa yang disebut banyak kalangan, bahwa manajemen koperasi dikelola murni pengurus koperasi. Artinya tanpa persetujuan anggota.

”Ini yang benar terjadi di lapangan, masih banyak koperasi dijalankan tanpa pemahaman koperasi yang benar. Sesuai perundang-undangan koperasi sudah diatur sesuai fungsinya masing-masing. Namun kenyataannya banyak yang masih melenceng,” jelasnya sambil mengakui banyak koperasi yang sudah dikelola dengan benar dan baik. Sehingga koperasinya dapat berkembang pesat.

Sudarsa menjelaskan perlu kebersamaan menuju koperasi mandiri. Baik gerakan koperasi, organisasi koperasi dan pemerintah. Semua unsur terus berusaha meningkatkan pemahaman perkoperasi sesuai aturan. Jika mampu dilakukan dengan baik, lanjut Sudarsa yakin dalam waktu dekat koperasi akan mendapat pencitraan lebih dari sebelumnya. (sta)