KEBERADAAN Taman Air Mancur Sri Baduga yang dirintis Bupati Dedy Mulyadi, S.H. memberikan efek ekonomi yang luar biasa bagi masyarakat. Bisnis kuliner yang menjadi andalan Purwakarta menggeliat.

Saat kunjungan lapangan, Selasa (10/10) malam lalu, Wakil Bupati Purwakarta Dadan Roswanda memaparkan, pertunjukan air mancur ini digelar pada Sabtu dan Minggu. “Setiap hari digelar dua kali pertunjukan dengan durasi masing-masing 30 menit,” katanya.

Setiap kali pertunjukan, pengunjung yang datang tidak kurang dari 50.000 orang. Jumlah pengunjung yang besar inilah menjadi pasar potensial bagi pelaku usaha kecil menengah di sektor kuliner. Jika pada hari biasa, pedagang hanya bisa memperoleh hasil penjualan maksimal Rp 300.000, pada saat pertunjukan air mancur, UKM bisa memperoleh omzet antara Rp 2 juta hingga Rp 3 juta. “Inilah efek ekonomi yang dirasakan terutama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Taman air mancur ini dibangun di atas lahan sekitar 6 hektar. Air mancur pun dirancang dengan berbagai gaya menari mulai meliuk kiri maupun kanan, gerakan-gerakan lain yang sangat memikat pengunjung. Taman air mancur ini didukung dengan 35.000 lampu sehingga menambah daya tarik air mancur yang dibangun di atas situ atau danau buatan ini.

Menurut Wabup Purwakarta, taman air mancur terbesar di Asia ini dibangun dengan anggaran Rp 60 miliar. Pengerjaannya pun dilakukan oleh putra-putra daerah setempat.

Optimis 2018  Setelah melihat dari dekat atraksi-atraksi yang ditunjukkan oleh air mancur Sri Baduga ini, Bupati Badung Nyoman Giri Prasta memastikan akan membangun taman air mancur seperti ini. “Cuma mungkin pada tahap awal, tidak sebesar yang ada di Purwakarta ini,” katanya.

Bupati asal Plaga Petang tersebut akan mulai melakukan kajian pada 2018 mendatang. Taman air mancur ini dipastikan akan dibangun di tempat-tempat strategis.

Selain memberikan efek ekonomi yang besar bagi masyarakat, keberadaan taman air mancur ini dipastikan akan menjadi objek wisata alternatif bagi wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Saat ini, Badung atau Bali pada umumnya kedatangan wisatawan repeater atau berulang. Dengan kondisi ini, Bupati berupaya melakukan diversifikasi baik objek maupun atraksi wisata yang ada. Tanpa objek atau atraksi wisata alternatif, wisatawan yang berkunjung ke Badung kemungkinan akan mengalami kejenuhan dan wisatawan akan melirik destinasi wisata yang lain.

Ditanya soal dana, Bupati memastikan tak ada masalah. “Kami pastikan dana pembangunan taman-taman alternatif tidak mengalami masalah,” ujarnya.

Saat melakukan kunjungan ke Taman Air Mancur Sri Baduga, Bupati Giri Prasta didampingi oleh Sekkab Wayan Adi Arnawa, Asisten I IBA Yoga Segara, Kadis Pariwisata Made Badra, Kabag Keuangan AA Gede Rahmadi, Kabag Perwat Wayan Puja, Kabag Humas Putu Ngurah Thomas Yuniarta. Selain dari eksekutif, Bupati juga didampingi Wakil Ketua DPRD Badung Made Sunarta, Ketua Komisi I I Wayan Suyasa, Ketua Komisi III Putu Alit Yandinata, anggota Komisi II Gede Suardika dan anggota Komisi IV IB Sunarta. (ad1.932)