Budi Daya Labu Siam Mudah dan Menguntungkan

26

Mangupura (Bisnis Bali) – Labu siam atau yang lebih dikenal masyarakat Bali dengan sayur Jepang ini, sangat mudah dibudidayakan khususnya di dataran tinggi. Permintaan labu siam juga cukup tinggi, sehingga tergolong menjanjikan untuk dikembangkan.

Ketut Sueta, petani asal Banjar Lawak, Desa Belok Sidan, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung mengatakan, labu siam ditanam oleh sebagian besar petani di Petang, karena tergolong sangat mudah untuk dikembangkan dan tidak membutuhkan perawatan khusus. Pada tumbuhan ini bagian yang dapat dimakan adalah buah dan pucuk mudanya. Labu siam tumbuh merambat dengan buah menggantung dari tangkai.

Labu siam dapat tumbuh baik di daerah tinggi khususnya di daerah pegunungan karena berhawa dingin dan lembab. “Tanah yang cocok untuk menanam labu siam harus banyak mengandung air, subur, gembur dengan pH tanah sekitar 5 hingga 6,” katanya.

Waktu penanaman labu siam yang tepat yaitu pada akhir musim hujan sekitar Maret atau April. Untuk menanam labu siam, lahan yang akan ditanami harus dibuat lubang dahulu dengan ukuran 50 cm untuk lebarnya dan 40 cm untuk dalamnya. Jarak antar lubang sekitar 3 meter dengan jarak antar baris sekitar 5 meter, kemudian tiap lubang diberi pupuk kandang atau kompos di dasarnya, jadi sebelumnya tidak perlu dilakukan pengolahan tanah secara menyeluruh.

“Setelah membuat lubang, bibit labu siam yang sudah siap ditanam diletakkan pada lubang lalu ditimbun menggunakan tanah jangan terlalu tebal yang tipis saja karena jika terlalu tebal maka akan membuat bibit menjadi busuk,” katanya.

Kemudian pada saat tanaman sudah mencapai tinggi kira-kira 1/2 meter buatlah media rambat atau para-para menggunakan bambu atau yang lainnya karena tanaman ini tergolong tanaman merambat. (pur)