Denpasar (Bisnis Bali)- Menyediakan menu sehat bagi buah hati, menjadi keinginan bagi setiap ibu. Namun kesibukan para ibu modern saat ini, kerap membuat mereka tidak sempat memasak bagi keluarga dan memilih untuk membeli makanan jadi. Dalam hal memilih makanan jadi yang banyak ditawarkan para pedagang kuliner, maka ibu harus selektif dan menyesuaikan dengan kebutuhan terutama yang masih balita.

Kuliner sehat bagi balita sangat sulit didapatkan, karena sebagian besar para pedagang kuliner hanya menyediakan kuliner bagi orang dewasa. “Saya dulu sering bingung saat akan membeli makanan untuk anak saya yang masih balita. Karena rata-rata orang menjual masakan yang pedas dan menggunakan MSG, dari situ saya lalu punya ide untuk menjual makanan khusus untuk anak-anak yang sehat,” tutur Deli Oka Aryawati, penjual makanan sehat anak-anak di kawasan Dalung Permai, Kabupaten Badung.

Menu sehat untuk anak-anak ini, ternyata mendapat respons positif dari konsumen karena selama ini para wanita karier tersebut, sangat mendambakan adanya penjual kuliner yang menyediakan menu sehat bagi anak-anak. Dari segi nutrisi bisa memenuhi kebutuhan balita, dan dari sisi kesehatan juga tidak mengandung zat-zat yang berbahaya bagi tubuh. “Dalam membuat menu sehat ini, saya benar-benar tidak menggunakan penyedap rasa dan micin yang berbahaya bagi kesehatan dan menjadi penyebab kanker,” ucapnya.

 Dengan menyediakan kuliner sehat bagi balita ini, ia mengaku, memiliki banyak pelanggan tidak hanya dari warga sekitar namun juga dari sejumlah tempat penitipan anak yang berharap bisa menyediakan menu sehat bagi anak asuhnya. “Sebenarnya kunci agar anak mau makan adalah, bagaimana kita menyajikan makanan yang menarik bagi mereka, dan juga dari segi bumbu-bumbu tidak terlalu kuat, seperti masakan orang dewasa. Selain itu, para ibu juga harus kreatif membuat menu, agar tidak monoton yang pada akhirnya akan membuat anak-anak menjadi bosan,” paparnya. Karena kalau anak bosan, mereka tidak akan mau makan, sehingga variasi menu sangat penting. (pur)