Beberapa Pasar Pariwisata Keluarkan ’’Travel Advice’’

16

Gianyar (Bisnis Bali) – Status awas Gunung Agung membuat pasar pariwisata Bali merasakan ketakutan atas pemberitaan hoax yang sangat merugikan pariwisata Bali. Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati Rabu (11/10) mengatakan akibat status dengan diikuti berita hoax ini  menyebabkan beberapa pasar mengeluarkan travel advice (TA).

Diungkapkannya, ada beberapa negara yang memberikan travel advice untuk wargan negarany. Ini dikarenakan status awas Gunung Agung. Ia menjelaskan negara-negara yang sudah memberikan TA adalah Amerika Inggris, Singapura, Australia dan New Zeland. Dampak TA tersebut tidak banyak berdampak pada pariwisata Bali.
Dipaparkannya, TA ini intinya saran pemerintah negara bersangkutan agar warga negaranya tidak masuk ke zona merah. Bookingan hotel di bulan Oktober sudah dibatalkan berkisar 20-30 persen. Pembatalan pemesanan kamar ini diantaranya wisatawan merasa takut dengan status awas Gunung Agung.

Ia menjelaskan Oktober memang merupakan masa low season. Dalam kondisi normal, booking hotel memang menurun.
Dipaparkannya, untuk November ini diperkirakan pembatalan booking kamar bisa lebih meningkat. Wisatawan yang membatalkan bookingan kamar beralasan karena erupsi Gunung Agung.
Pria yang akrab disapa Cok Ace ini melihat bookingan hotel pada Oktober sudah dibatalkan berkisar 20-30 persen. Pembatalan pemesanan kamar ini di antaranya wisatawan merasa takut dengan status awas Gunung Agung.

Lebih lanjut dikatakannya, Oktober memang merupakan masa low season. Dalam kondisi normal, booking hotel memang menurun.
Menurutnya, untuk November ini diperkirakan pembatalan booking kamar bisa lebih meningkat. Wisatawan yang membatalkan bookingan kamar beralasan karena erupsi Gunung Agung.
Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menambahkan Kementerian Pariwisata membentuk media center. Ini agar beritanya tidak simpang siur dan tidak merugikan pariwisata Bali. (kup)