Anggota Bank Sampah di Tabanan Dilatih Olah Kerajinan Tangan dari Sampah Anorganik

20
Peserta  Bimtek menerima baju kaos  yang secara simbolis diserahkan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tabanan. (man)

Tabanan (Bisnis Bali) – Wujudkan pengelolaan sampah berbasis lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tabanan melaksanakan  bimtek (bimbingan teknis) pengelolaan sampah anorganik menjadi kerajinan tangan selama empat hari dari, Senin (9/10) hingga Kamis (12/10). Pesertanya adalah anggota-anggota dari bank sampah yang ada di Kabupaten Tabanan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tabanan , AA.  Ngurah Raka Iscwara, di sela-sela kegiatan bimtek yang diselenggarakan di Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tabanan belum lama ini mengungkapkan, perlunya penerapan istilah 3R (reuse, reduce, dan recycle) dalam pengelolaan sampah. Mulai dari Reuse berarti menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya. Reduce berarti mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah. Dan Recycle berarti mengolah kembali (daur ulang) sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat.

“Sebenarnya istilah 3R ini telah membumi di masyarakat tapi dalam penerapan masih terjadi kendala. terutama dalam memilah sampah. Inilah  kendala yang utama. Apalagi ada anggapan di masyarakat, kebersihan masih menjadi tugas pemerintah,” ucapnya.

Sebab itu, Raka Icwara mengapreasi kegiatan bimtek pengelolaan sampah  tersebut, karena melibatkan anggota –anggota bank sampah, berarti  ke depan peran serta masyarakat dalam pengolahan sampah dapat dioptimalkan. Dirinya berharap ke depan melalui bimtek pengolahan sampah anorganik, bisa menghasilkan  produk-produk bercirikan khas  Tabanan.

“Misalkan produk yang mencirikan DTW Tanah Lot, DTW Ulundanu, Jatiluwih dan DTW lainya. Artinya produk-produk yang dihasilkan memiliki ciri khas,” ujarnya.

Sebelumnya Ketua Panitia, Ni Made Ayu Wikarmini yang juga Kepala Bidang Pengolahan Sampah  Dinas Lingkungan  Hidup Kabupaten Tabanan melaporkan dalam  program  pengelolaan sampah berbasis masyarakat  dilakukan  dengan kegiatan Gemah Ripah, yaitu gerakan masyarakat mandiri peduli sampah sudah disosialisasikan di 10 kecamatan.

“Pada 2016, telah dilalukan bimtek pengolahan sampah organik menjadi kompos, dan tahun ini kita lanjutkan dengan bimtek pengolahan sampah anorganik menjadi kerajinan tangan,“ tegasnya.

Papar Ayu Wikarmini, peserta bimtek akan diberikan materi oleh dua narasumber, pertama oleh  I Dewa Nyoman Sukadana, Kasi perizinan dan kelembagaan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Tabanan dengan materi manfaat sampah untuk menunjang ekonomi keluarga, dan Materi Bank Sampah mengolah sampah menjadi berkah diberikan oleh  I Gede Wayan Sukaja, Kasi Aneka Industri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tabanan. (man)