Tak hanya Murah tapi Prospek Investasi Oleh DR. Dewa Putu Selawa, M.M. (Pengurus DPD REI Bali)

34

RUMAH tak hanya jadi kebutuhan pokok yakni untuk tempat tinggal bagi setiap anggota masyarakat. Tapi rumah dengan memperhatikan prospek investasinya yang bagus ke depan akan menguntungkan konsumen. Tak terkecuali model rumah murah program sejuta rumah Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo yang diperuntukkan bagi masyarakat Indonesia khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Melihat tantangan dalam mewujudkan program sejuta rumah cukup berat dengan situasi dan kondisi harga lahan di daerah yang tak sama, di Bali pun model rumah bersubsidi ini hanya bisa dibangun di beberapa daerah saja. Terutama di Denpasar dan Badung program ini sulit terealisasi karena terkendala harga lahan yang makin melambung tinggi. Sedangkan rumah bersubsidi hanya bisa dibangun di Tabanan, Negara, Buleleng, dan Karangasem. PT. Sepa Karya Buana yang ambil bagian dalam mengurangi angka backlog perumahan rakyat yang 2016 sudah lebih dari 13 juta unit, berkomitmen menyajikan layanan perumahan rakyat yang nyaman, berkualitas dan memiliki prospek investasi menjanjikan di Kabupaten Buleleng. Bernama Perumaham Abasan Giri Emas Green, Sangsit, Singaraja.  Perumahan ini menyediakan skema layanan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) Bank Tabungan Negara (BTN) dengan suku bunga 5 persen per tahun. Tipe rumah yakni 36/80 m2, semi finishing dengan harga unit Rp 141 juta. Uang muka yang disediakan konsumen cukup Rp 7 juta dengan besar cicilan berkisar Rp 800.000 – Rp 1,4 juta per bulan, menyesuaikan dengan lama angsuran mulai 10 – 20 tahun.

Program ini akan membantu masyarakat yang belum punya rumah karena berlokasi di kawasan yang cukup strategis. Lokasinya tepatnya  di Desa Pengembangan,  Kec. Sangsit Girimas Abasan, dua  kilometer dari Rumah Sakit Giri Mas Patama.  4 kilometer  dari lokasi rencana Bandara Buleleng, 5 kilometer dari Kota Singaraja dan objek wisata Lovina.

Aspek bisnis yang potensial di kawasan ini karena lalu – lintas yang cukup ramai, juga dekat dengan sejumlah objek wisata. Secara teoritis ini akan menunjang prospek investasi perumahan ini sehingga bukan saja layak sebagai tempat tinggal tapi juga spekulasi dan bisnis. Pembangunan proyek perumahan yang berbasis Tri Hita Karana ini diwujudkan dengan memgedepankan ritual keagamaan yakni sebelum pembukaan lahan telah dilakukan ritual ngeruak sebagai perwujudan syukur dan menjaga keharmonisan unsur alam dengan Tuhan dan manusia sebagai pelaku bisnis maupun penghuninya nanti. Ini juga diharapkan berimplikasi kepada peningkatkan kepercayaan masyarakat konsumen karena konsep pengembangan perumahan ini selain ramah lingkungan sekaligus membuka jalan bagi masyarakat konsumen untuk meningkatkan kesejahteraan bersama keluarga karena rumah yang mereka idam – idamkan selama ini sangat layak dan prospektif di masa depan. (gun)