Kisruh Penggelapan Dana Koperasi Sari Ajeg Mandiri Bergulir

20
PENYELESAIAN - Penyelesaian penipunan dana nasabah Koperasi Sari Ajeg Mandiri terus bergulir  (man)

Tabanan (Bisnis Bali) – Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten  Tabanan berencana akan memanggil para anggota Koperasi Sari Ajeg Mandiri. Rencana pemanggilan akan dijadwalkan pada 16 – 17 Oktober mendatang atau menunggu kesiapan para anggota Koperasi Sari Ajeg Mandiri. Sebelumnya, dinas juga telah memanggil pengurus dan pengawas koperasi tersebut Jumat (6/10).

“Kami sudah panggil manager dan Pengurus Koperasi Sari Ajeg Mandiri. Nanti kami akan lanjutkan dengan memanggil para anggota koperasi bersangkutan, guna menindaklanjuti temuan tim investigasi dari dinas dan mensosialisasikan kepada anggota,” tutur Kepala Diskop Tabanan, AA., Gede DalemTrisna Ngurah, Selasa (10/10).

Paparnya, pemanggilan anggota Koperasi Sari Ajeg Mandiri ini karena memang pada pemanggilan sebelumnya tidak diundang. Rencananya, pada pemanggilan nanti, dinas akan mensosialisasikan kepada anggota koperasi bersangkutan, setelah sebelumnya sudah mensosialisasikan hal serupa pada manager dan pengurus koperasi Sari Ajeg Mandiri, sekaligus untuk mencari informasi tambahan terkait apakah anggota mengetahui indikasi penipuan yang dilakukan oleh Manager Koperasi Sari Ajeg Mandiri selama ini.

“Selain mencocokkan informasi dengan anggota koperasi, kami juga akan dorong untuk membentuk tim penyelesaian sengketa. Ini sesuai dengan moto perkoperasian dari kita, oleh kita dan untuk kita,” ujarnya.

Jelas Dalem Tresna, hasil investigasi dinas dan sudah dibeberkan sebelumnya pada manager dan pengurus koperasi bersangkutan, bahwa tim investigasi menemukan adanya kesalahan pada pelaporan keuangan (laporan palsu) yang disetorkan ke dinas dalam bentuk laporan Rapat Anggota Tahunan (RAT).

Katanya, kuat dugaan kesalahan laporan RAT yang dibuat oleh Manager Koperasi Sari Ajeg Mandiri adalah disengaja, tanpa sepengetahuan pengawas maupun pengurus koperasi bersangkutan dan laporan tersebut disetorkan ke Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Tabanan selama ini. Tujuannya, agar terlihat kondisi keuangan koperasi Sari Ajeg Mandiri dalam kondisi sehat.

Sambungnya, dari laporan palsu yang dibuat Manager Koperasi Sari Ajeg Mandiri terjadi selisih antara aset dan kewajiban. Selisih tersebut bahkan mencapai Rp 4 miliar lebih dan terakumulasi sejak lima tahun terakhir.  “Belakangan ini memang kegiatan RAT yang dilakukan oleh Koperasi Sari Ajeg Mandiri ini hanya cendrung melaporkan saja ke dinas bahwa sudah melakukan RAT. Kegiatan tersebut tanpa mengundang dinas,” ujarnya. (man)