Gerakan Lansia Berbasis Masyarakat, Motivasi  Lansia Hidup Mandiri

16
Para lansia di Desa Kenderan mereka mempertunjukan kebolehan menari tari Puspanjali dan Joged pada acara Lansia Berbasis Masyarakat di Desa Kenderan Kecamatan Tegallalang Gianyar, Selasa ( 10/10). (kup)

Gianyar (Bisnis Bali) – Gerakan tarian Ni Wayan Ruma (60th) asal Br. Tangkas Desa Kenderan Tegallalang, tidak kalah menggoda dengan penari joged yang masih muda. Gerakan tangan, pinggulnya masih menyisakan ingatan kala muda dulu. Ni Wayan Ruma adalah penari joged yang cukup terkenal di desanya. Saat ini, bersama-sama lansia di Desa Kenderan mereka mempertunjukan kebolehan menari tari Puspanjali dan Joged pada acara Lansia Berbasis Masyarakat di Desa Kenderan Kecamatan Tegallalang Gianyar, Selasa (10/10).

Seperti tipikal perempuan Bali pada umumnya, keseharian Ni Wayan Ruma juga bergulat dengan kerja keras yang mungkin tidak pantas lagi dengan umurnya. Selain disibukkan dengan pekerjaan rumah tangga dan adat, Wayan Ruma yang mengaku sudah memiliki cicit ini juga membantu menambah penghasilan keluarga dengan bekerja disawah, menjadi buruh angkut pasir, batu dan berbagai pekerjaan kasar lainnya. Bagi lansia satu ini, semua pekerjaan jangan dipikirkan berat atau ringannya, yang penting jalani untuk kepentingan hidup dan keluarga.

Senada dengan apa yang ditegaskan oleh Kadis Sosial Kabupaten Gianyar, Drs. I Made Watha, saat membuka acara Lansia Berbasis Masyarakat. ‘’Saat Kita menua bukan berarti kita harus berhenti bekerja dan bergantung pada anak cucu. Namun alangkah baiknya kita tetap beraktivitas, namun harus tetap disesuaikan dengan kemampuan fisik dan kesehatan,’’ katanya.

Ditambahkan, setiap yang hidup pasti akan mengalami proses penuaan, itu sudah merupakan siklus yang tidak dapat dihindari. Seberapa maju teknologi ilmu pengetahuan, tidak akan dapat menolak takdir ini. Tapi bagaimana bisa memberdayakan hari tua agar bisa bermanfaat, itu yang bisa kita lakukan.

Saat ini Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Dinas Sosial telah memiliki program gerakan sosial peduli lansia. Program ini lebih pada memberdayakan mereka sesuai dengan keahlian mereka sendiri. ” Tidak perlu maksimal, yang penting sesuai dengan kemampuan fisiknya dan mereka senang menjalaninya,” kata Made Watha.

Ke depan juga akan diadakan pembinaan pada keluarga lansia. Bagaimana keluarga itu harus bersikap dan bisa mengayomi jika ada lansia di keluarganya Orangtua yang sudah memasuki masa lansia agar jangan dianggap beban, jangan diasingkan. Namun harus diberdayakan agar mereka bisa lebih nyaman di masa tuanya.

Acara yang dipusatkan di Balai Banjar Tengah dan Triwangsa Desa Kenderan ini  diikuti sekitar 100 orang lainsia yang dibagi dalam dua kelompok. Pemukaan  selain dimeriahkan dengan.pementasan tarian joged, tari puspanjali, senam lansia dan pengibatan gratis oleh Yayasan Bali Sari. Pembukaan Gerakan Lansia Berbasis Masyarakat juga diserahkan secara simbolis bantuan sembako dan pakaian olah raga pada para lansia, penyerahan bantuan kursi roda dari Yayasan Acces Life Bali pada penyandang disabilitas Ni Made Bakti asal Br. Pering Kecamatan Blahbatuh, dan I Komang Aditya asal Br. Tangkup Desa Pupuan Tegallalang.

Pada kesempatan itu juga dilakukan.penyerahan hadiah kepada para.juara lomba Karang Taruna dan PSM berprestasi tingkat kabupaten 2017. Tidak hanya itu, para lansia juga diberikan pembinaan oleh Komisi Daerah (Komda) Lansia Kabupaten Gianyar. (kup)