Ekonomi Lesu, Pemanfaatan Dana “Linkage” di BPR Turun

28
LESU - Perlambatan ekonomi menyebabkan permintaan kredit lesu, sehingga pemanfaatan dana linkage bank umum oleh BPR relatif menurun. (kup)

Mangupura (Bisnis Bali) – Perekonomian yang melambat, menyebabkan bank perkreditan rakyat (BPR) sulit menyalurkan kredit. Ketua Perbarindo Korcam Mengwi, IGW. Dwisandita, Senin (9/10) mengatakan, perlambatan ekonomi diikuti erupsi Gunung Agung menyebabkan permintaan kredit lesu sehingga pemanfaatan dana linkage relatif menurun.

Ia mengungkapkan, BPR selama ini memang banyak menggunakan dana linkage bank umum. Hanya saja penggunaan dana linkage bank umum oleh BPR agak menurun akibat kondisi perlambatan ekonomi. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)  sudah menetapkan tingkat bunga penjaminan untuk periode 15 September 2017 sampai 15 Januari 2018. Suku bunga penjaminan simpanan rupiah di bank umum turun dari 6,25 persen menjadi 6 persen dan untuk BPR turun dari 8,75 persen menjadi 8,5 persen.

Direktur Utama BPR Sapta Cristy ini memaparkan, BPR banyak menggunakan dana linkage. BPR tentu mengharapkan adanya penurunan suku bunga linkage. Hal ini sejalan dengan penurunan penjaminan suku bunga LPS untuk bank umum dan BPR.

Ia menegaskan, BPR tentunya akan meminta suku bunga linkage yang murah. Hanya saja, dalam perjanjian sebelumnya, BPR sudah menerima dana linkage dengan bunga agak tinggi.

Dwisandita menilai, penurunan suku bunga dana linkage tentunya agak sulit dipenuhi bank umum pemberi linkage. Ini terkecuali mungkin untuk linkage yang baru. “Apalagi LPS sudah turun,” katanya. (kup)