Disapu Banjir Bandang, Pokdakan Rugi Puluhan Juta Rupiah

26
Hujan lebat yang mengakibatkan banjir telah menyapu kolam budi daya ikan sejumlah masyarakat (man)

Tabanan (Bisnis Bali) – Hujan dengan intensitas lebat yang turun belakangan ini telah berdampak rugi pada sejumlah petani budi daya perikanan air tawar di Kabupaten Tabanan saat ini. Salah satunya, dialami oleh Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) “Bentuk Sari” di Banjar Yeh Gangga, Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan yang merupakan kelompok pembudidaya ikan nila.

“Hujan lebat telah menimbulkan banjir bandang, sehingga menyapu kolam budi daya. Benih ikan nila sekitar 250 ribu ekor dan ikan nila ukuran konsumsi sekitar 300 kg yang dipelihara hanyut dan hilang tersapu banjir bandang pada, Kamis (5/10) lalu,” tutur Ketua Pokdakan Bentuk Sari, Made Sutana saat ditemui ditempat budi daya, Minggu (8/10) lalu.

Akuinya, akibat banjir bandang tersebut, Pokdakan Bentuk Sari mengalami kerugian puluhan juta rupiah. Sebab, harga benih ikan nila ukuran 7-9 cm yang hanyut dibawa banjir mencapai Rp 300 per ekor, sedangkan harga ikan nila konsumsi mencapai Rp 25 ribu per kg. Padahal akuinya, benih ikan nila tersebut sudah ada yang mau membelinya dan sudah dikasih uang muka Rp 5 juta untuk kemudian akan dipanen dan dibawa ke Danau Batur, Bangli untuk dibesarkan.

Jelas Made Sutana, dirinya mengetahui ikannya hilang tersapu banjir sekitar pukul 04.00 pagi ketika dirinya datang ke kolam untuk mengontrol ikan yang dipelihara. Namun saat tiba di kolam, katanya air dari saluran irigasi sudah meluap masuk ke kolam di bagian atas, sedangkan kolam yang ada di bagian bawah sudah terendam air akibat luapan air dari pangkung (sungai kecil) Tali Pasuh yang ada di bawahnya.

“Banjir di kolam bagian atas ini bisa segera saya atasi, sebelum ikannya hanyut dari kolam yang hampir meluap airnya. Namun, banjir yang menerjang tiga petak kolam di bagian bawah airnya besar dan deras, sehingga saya tidak bisa berbuat banyak atau pasrah menghadapai banjir ini,” keluhnya.

Sambungnya yang telah menggeluti budi daya perikanan tangkap sekitar 14 tahun ini, bencana banjir bandang yang menyerang kolam budi daya baru terjadi yang kali pertama. Lanjutnya, bahkan disekitar lokasi, banjir bandang tidak hanya menghanyutkan ikan budi dayanya, namun hal serupa juga telah membuat beberapa ternak babi yang dipelihara warga di bagian utara kolam ada yang hanyut dibawa banjir. (man)