Perkuat Sinergi Taspen Tempatkan Direktur di Bank Mantap  

27
FotoBANK-Direktur Utama​: Josephus Koernianto Triprakoso (tengah) didampingi Direktur Nurkholis Wahyudi (kiri) dan Direktur Muhamad Gumilang (kanan) 

Mangupura (Bisnis Bali) – PT Bank Mandiri Taspen Pos (Bank Mantap), Senin (9/10) kemarin melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) dan memutuskan untuk menetapkan Iwan Soeroto sebagai Direktur IT Network Operation menggantikan posisi sebelumnya dijabat oleh Ihwan Sutardiyanta yang kini bertugas sebagai direktur di PT Pos Indonesia. Sebelumnya, Iwan Soeroto adalah Sekretaris Perusahaan PT Taspen (Persero).

Direktur Utama Bank Mantap Josephus K. Triprakoso mengatakan, penunjukan Direktur dari Taspen merupakan perwujudan sinergi BUMN antara Bank Mandiri dan Taspen sebagai perusahaan induk serta sebagai langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi Bank Mantap dengan perusahaan induk.

“Pada salah satu agenda utama RUPS LB juga menyetujui dan mengesahkan penyertaan modal perusahaan induk serta perubahan nama perusahaan dari sebelumnya PT Bank Mandiri Taspen Pos menjadi PT Bank Mandiri Taspen,” katanya.

Menurutnya, pemilik saham (owner) telah menyetorkan modal kepada Bank Mantap yang akan digunakan perseroan untuk ekspansi bisnis, khususnya untuk infrastruktur digital pada tahun 2018.

“Bank Mandiri telah menyetorkan Rp 119 miliar dan Taspen Rp 81 miliar sesuai kebutuhan modal perseroan Rp 200 miliar salah satunya untuk memperkuat layanan digital Bank Mantap pada 2018 seperti mobile banking dan lain-lain,” ujarnya.

RUPS LB juga menyetujui perubahan nama perusahaan yang disesuaikan dengan pemilik saham saat ini yaitu Bank Mandiri dan Taspen. Perseroan akan melakukan salah satu perubahan materi branding yaitu logo perusahaan, akan tetapi kita tidak mengubah nickname perusahaan yaitu Bank Mantap yang sudah akrab dengan publik,” ungkapnya.

Dari sisi kinerja,  hingga September 2017, Bank Mantap berhasil membukukan laba Rp 153 miliar (sebelum pajak), sementara laba bersih perseroan pada periode tersebut tercatat Rp 110 miliar, tumbuh 172,7 persen dibandingkan dengan pencapaian pada periode yang sama tahun lalu.

Direktur Bank Mantap Nurkholis Wahyudi menjelaskan, pertumbuhan laba Bank Mantap hingga kuartal ketiga tahun ini menunjukkan bahwa kinerja perseroan makin membaik di tengah situasi makroekonomi dan daya beli masyarakat yang belum kondusif.

“Kami bersyukur hingga September tahun ini kredit yang disalurkan Bank Mantap mencapai Rp 9,15 triliun,” ujarnya saat menyampaikan paparan kinerja perseroan untuk posisi kuartal III/2017 di Sheraton Bali Kuta.

Kredit Bank Mantap hingga September 2017 melonjak 108,4 persen dibandingkan dengan kuartal ketiga tahun lalu yang mencapai Rp 3,56 triliun. Nurkholis menjelaskan pertumbuhan kredit perseroan dimotori oleh segmen pensiunan yang meningkat 368,7 persen secara yoy menjadi Rp 6,99 triliun, dengan rasio NPL kredit secara keseluruhan yaitu 0,62 persen.

“Pada periode yang sama dari penyaluran kredit UMKM tumbuh 184,9 persen menjadi Rp 6,90 triliun, sedangkan kredit non-UMKM mencapai Rp 2,25 triliun atau tumbuh 97,0 persen secara yoy,” paparnya.

Dikatakan, pertumbuhan laba perseroan di samping ditopang laju kredit juga berhasil melakukan efisiensi operasional sehingga menurunkan rasio BOPO dari 85,61 persen menjadi 84,85 persen dan biaya atas pendapatan (CER) dari 72,72 persen menjadi 65,33 persen.

Direktur Bank Mantap Muhamad Gumilang menjelaskan, sampai September 2017 posisi dana pihak ketiga (DPK) perseroan mencapai Rp 8,72 triliun, meningkat 108,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. (ad 1.923)