Wisatawan MICE Sensitif Bencana Alam

17
MICE - Penggarapan pasar MICE 2017 ke Bali terganggu akibat erupsi Gunung Agung.  (kup)

Denpasar (Bisnis Bali) – Keberadaan wisatawan MICE sangat sensitif dengan isu bencana alam. Ketua INCCA Bali, IB. Surakusuma, Minggu (8/10) mengatakan, aktivitas vulkanik Gunung Agung yang berstatus awas ini menjadi indikator utama wisatawan MICE menunda dan membatalkan untuk berlibur ke Bali.

Ia mengungkapkan, erupsi Gunung Agung sangat berdampak terhadap aktivitas MICE di Bali. Hal ini terlihat adanya pembatalan atau penundaan kedatangan wisatawan MICE ke Bali saat peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Agung menjadi awas.

Ia menjelaskan, wisatawan MICE sangat sensitif dengan isu bencana alam. Hal ini termasuk bencana gunung meletus. Ketika Gunung Agung mengalami erupsi, wisatawan MICE tentunya berhati-hati untuk berlibur ke Bali.

Konsul Kehormatan Polandia untuk Bali ini menegaskan, wisatawan MICE sangat sensitif dengan isu bencana, wabah, dan teror. Hal ini dikarenakan, hal tersebut bertentangan dengan tujuan mereka berlibur untuk mencari kesenangan.

Lebih lanjut dikatakannya, pasar MICE Bali 2017 masih banyak diramaikan MICE dari pasar domestik dan Asia Pacifik. Sebelumnya, pasar MICE domestik dan Asia Pacifik ini meningkat karena adanya penambahan fasilitas penerbangan budget dan penerbangan premium ke Indonesia termasuk ke Bali.

Wisatawan MICE dari Asia Pacifik banyak memilih Bali, karena faktor jarak yang relatif dekat dengan Indonesia.

Menurutnya, akibat adanya erupsi Gunung Agung tidak hanya wisatawan MICE dari Asia Pacifik dan wisatawan pasar MICE dari Eropa dan Amerika akan berpikir melakukan  kegiatan rapat atau konvensi di Bali. Salah satu pertimbangan ketika Gunung Agung meletus mereka kesulitan mendapatkan akses penerbangan dari Bali ke negaranya.

Kementerian Pariwisata sudah melakukan pemantuan ke kawasan Pura Besakih saat Gunung Agung ditetapkan berstatus awas. Pemerintah Indonesia menyampaikan ke dunia bahwa Bali masih sangat aman dikunjungi walaupun terjadi erupsi Gunung Agung.

Pria yang akrab disapa IB. Lolec ini berharap, pemerintah memperhatikan pemberitaan Gunung Agung. Ini agar tidak sampai tersebar berita hoax yang merugikan pariwisata Bali. (kup)