Bupati Eka Kukuhkan Balai Banjar Adat Merta Nadi Biaung Kelod

23
Ni Putu Eka Wiryastuti menandatangani prasasti tanda dikukuhkannya Balai Banjar Adat Mertha Nadi Biaung Kelod. (man)

Tabanan (Bisnis Bali) –  Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti  mengukuhkan Balai Banjar Adat Mertha Nadi Biaung Kelod, Biaung, Penebel, Sabtu (7/10) lalu. Kehadiran Bupati disambut meriah Ibu PKK setempat, setelahnya disambut juga dengan Tarian Maskot Tabanan, yaitu Tari Bungan Sandat Serasi, yang dibawakan oleh STT. Mertha Nadi.

Selain Bupati, Acara itu juga dihadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, I Nyoman Suadiana, Camat Penebel, I.G.A. Supartiwi dan perbekel, serta tokoh adat setempat.

‘’Dikukuhkannya Balai Banjar tersebut, akhirnya melepas dahaga masyarakat Banjar Adat Mertha Nadi Biaung Kelod, karena penantian panjang selama tiga tahun bisa terwujud saat ini,’’ jelas ketua panitia acara setempat.

Pihaknya juga mengucapkan terimakasih dan merasa bangga karena bupati berkenan mengukuhkan serta menyaksikan pemelaspasan Balai Banjar dan Melanting. “Kami merasa sangat bangga, karena apa yang diidamkan 3 tahun yang lalu saat ini bisa terwujud, dan Bupati Tabanan bersedia menandatangani prasasti kami,” jelasnya.

Dijelaskannya pula bahwa awalnya memang terasa sulit mewujudkannya. Namun atas kebulatan tekad untuk menumbuhkan persatuan, masalah apapun pasti bisa teratasi. “Kami tumbuhkan persatuan dan kebulatan tekad. Apapun masalahnya, hanya satu solusinya yaitu persatuan. Persatuanlah yang kami utamakan,” terangnya.

Pihaknya mengucapkan terimakasih, yakni berkat terealisasinya bantuan terdahulu dari Pemkab Tabanan dibawah pimpinan Bupati Eka, bisa mewujudkan pembangunan balai banjarnya. Dikatakannya, pembangunan dilakukan secara bertahap, tahap pertama pembangunan infrastruktur dan tahap kedua finishing, dengan menghabiskan dana sebesar Rp 875 juta.

Lanjutnya, 80 persen dari pembangunan ini merupakan bantuan dari  Pemkab Tabanan di bawah pimpinan Bupati Eka. Meski begitu, pihaknya mengaku sangat berat di dalam mewujudkannya. Pasalnya, dari Rp 875 juta anggaran yang dihabiskan, namun hanya mampu membayar Rp 675 juta, sehingga sisanya masih berhutang.

“Kami harap Bupati Eka sekali lagi turut serta dalam perjuangan kami, sehingga beban kami masyarakat Adat Merta Nadi Biaung Kelod bisa teratasi,” harap pihaknya.

Mendengar hal tersebut, bupati yang akrab disapa Eka ini dengan segera mengamini. “Sepanjang komunikasi nyambung pasti ada jalan keluar. Dan saya akan bantu pasti akan bantu. Pasti ada utang di akhir. Luar biasa cantik bale banjar ini, seperti  bupatinya, bersih dan auranya bagus”, canda Bupati Eka.

Orang nomer satu di Tabanan ini sedikit bercerita, Beliau tidak asing dengan bangunan ini. Dulu dirinya mengaku sering didemo karena jalan rusak, dan sedikit mengancam, namun dirinya mengaku tetap sabar demi masyarakat. “Saya teringat bangunan di sini dulu rusak dan jalannya juga rusak. Itulah keadaan kami di Tabanan, meski kami lahir di daerah sulit dan apabila kami lolos maka itulah peran pemimpin,” jelasnya. (man)