Denpasar (Bisnis Bali)- Realisasi kerjasama antara BKS-LPD Provinsi Bali dengan PT Asuransi Jiwasraya (Persero), ditandai dengan penyerahan polis asuransi. Polis asuransi yang diserahkan langsung oleh Kepala Jiwasraya Cabang Denpasar, Ida Bagus Agung Warasmena kepada Ketua BKS-LPD Provinsi Bali ini, yang mengikutsertakan pengurus BKS-LPD denga jumlah 30 orang.

Kepala BKS-LPD Provinai Bali, Drs. I Nyoman Cendikiawan, SH. M.Si, pada pertemuan yang digelar beberapa waktu lalu, mengatakan, keikutsertaan pengurus BKS-LPD dalam asuransi ini, sebagai wujud apresiasi terhadap kinerja yang dilakukan selama ini. Adapun dijelaskannya, biaya premi asuransi ini ditanggung dari dana operasional BKS-LPD. “Ini merupakan pertemuan kami dengan Jiwasraya yang kesekian kalinya. Pada kesempatan ini kami menerima polis asuransi grup yang terdiri dari 30 orang. Intinya disini kami telah mewujudkan Mou dengan PT Jiwasraya, kerjasama dengan LPD lainnya nanti saya serahkan kepada Jiwasraya nantinya,” ungkapnya.

Sementara itu, Ida Bagus Warasmena, mengatakan, kerjasama dengan BKS-LPD Provinsi Bali ini sebagai langkah awal untuk mengangsuransikam seluruh masyarakat Bali. Dia juga mengatakan, kerjasama ini sebagai program penghargaan yang diperuntukan kepada pengurus BKS-LPD yang selama ini memiliki beban tugas yang lebih untuk kemajuan LPD. Program asuransi yang diikuti selama 5 tahun ini, dikatakannya, mengingat masa jabatan pengurus BKS-LPD yang hanya 5 tahun. Demikian juga dia mengatakan, jika program asuransi bersifat fleksibel sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Adapun dijelaskannya hal-hal yang menjadi tanggungan dengan premi yang dibayarakan Rp 500.000 per bulan yaitu berupa tanggungan akhir kepesertaan, proteksi apabila terjadi hal yang tidak diinginkan yaitu, dana Rp12,5 juta untuk meninggal biasa dan Rp 25 juta terjadi karena kecelakaan. Demikian juga biaya rawat inap karena kecelakaan juga mendapat tanggungan dengan persentase yang terdapat dalam polis.

“Dalam hal ini, kami juga berkeinginan memberi contoh kepada seluruh masyarakat, bahwa berbicara soal asuransi berarti berbicara soal kepastian, pasti akan tugas dan meninggal dunia. Maka dari itu tentu kita memastikan apa yang akan didapatkan pada hari tua, sehingga kami berkewajiban untuk mengcover kebutuhan masyarakat,” katanya. (wid)