“Travel Agent” Dirugikan Berita Erupsi Gunung Agung yang Terkesan Mengerikan

34
Pemerintah dan "stakeholder" pariwisata melihat kondisi Pura Besakih dan Gunung Agung. (kup)

Denpasar (Bisnis Bali) – Ada kesan pemberitaan erupsi Gunung Agung baik di dalam dan luar negeri terkesan menakut-nakuti wisatawan. Dewan Pengawas Tata Krama Asita Bali, Komang Takuaki Banuartha, Jumat (6/10) mengatakan, pemberitaan Gunung Agung yang terkesan menakutkan ini tentu merugikan pengusaha travel agent.

Ia mengungkapkan, berita mengenai Gunung Agung memang terlalu dibesar-besarkan. Pelaku pariwisata termasuk travel agent di Bali merasa dirugikan oleh berita yang tersebar di media sosial maupun cetak.

Ia menjelaskan, berita tersebut sengaja dibuat oleh kompetitor negara tetangga. Pelaku pariwisata Bali tentu sangat menyayangkan masalah ini.

Dipaparkannya, Bali hanya bisa bertahan dengan pariwisata. Tidak bisa dipungkiri jika pariwisata berhenti tentu sektor usaha lainpun akan terhenti juga.

“Oleh sebab itu, kita harus pandai mengunakan medsos untuk menangkal berita yang tidak benar tersebut,” katanya.

Pemerintah melalui Dinas Pariwisata Daerah  Bali juga sudah membuat penyataan resmi terkait berita Gunung Agung tersebut. Hal ini agar wisatawan tidak takut untuk berlibur ke Bali.

Sebenarnya yang wisatawan takuti saat ini adalah jika benar terjadi letusan Gunung Agung. Mereka tentu tidak bisa kembali ke negaranya sesuai waktu berlibur mereka. Ini dikarenakan  penerbangan tentu akan ditutup.

Menurutnya, pemerintah sudah mengantisipasi hal tersebut. Wisatawan masih bisa dipulangkan melalui bandara tetangga. ” Ada 9 bandara yang dipersiapkan untuk mengantisipasi kepulangan wisatawan jika Gunung Agung benar meletus,” katanya. (kup)