Penurunan Suku Bunga LPS tak bisa Turunkan “Cost of Fund”

20

Mangupura (Bisnis Bali) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengarahkan bank perkreditan rakyat (BPR) menerapkan suku bunga penjaminan dari Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS). Ketua DPK Perbarindo Kabupaten Badung, Agus Prima Wardana, Jumat (6/10) mengatakan, dengan penurunan suku bunga, BPR tidak serta merta menurunkan biaya dana (cost of fund) yang akan disalurkan dalam bentuk kredit.

Ia mengungkapkan, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah menetapkan perubahan suku bunga penjaminan untuk di bank umum dan bank perkreditan rakyat (BPR). LPS sudah menetapkan tingkat bunga penjaminan untuk periode 15 September 2017 sampai 15 Januari 2018. Suku bunga penjaminan simpanan rupiah di bank umum turun dari 6,25 persen menjadi 6 persen dan untuk BPR turun dari 8,75 persen menjadi 8,5 persen.

Ia menjelaskan, suku bunga LPS memang turun menjadi 8,50 persen. Hanya saja penurunan suku bunga LPS tidak serta merta bisa menurunkan cost of fund yang ada di bank.

Dipaparkannya, perlu waktu untuk menurunkan cost of fund yang ada di bank. Pada akhirnya, penurunan suku bunga LPS memang akan bermuara ke penurunan suku bunga kredit yang ada di bank.

Lebih lanjut dikatakannya, BPR memang secara bertahap harus menyesuaikan suku bunga dana pihak ketiga dan suku bunga kredit dengan suku bunga penjaminan LPS. Untuk menyesuaikan suku bunga LPS, BPR harus terus melakukan efisiensi. Hal ini guna dapat memenuhi tuntutan pasar dan persaingan antar-lembaga keuangan. (kup)