BUDI daya kentang jenis granola mendatangkan keuntungan besar bagi petani  sayur di Desa Candi Kuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Kentang jenis ini lebih diminati konsumen dibandingkan jenis lainnya karena kentang granola memiliki kandungan pati rendah dan kandungan air tinggi yakni lebih dari 70 persen.
Wayan Ada, petani Desa Candi Kuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Jumat (6/10) kemarin menuturkan, petani di daerahnya sebagian besar menanam kentang jenis granola, karena paling laku di pasar. Selain itu kentang granola merupakan jenis unggul kualitas terbaik yang memiliki ukuran lebih besar jika dibandingkan dengan kentang jenis lain yang beredar di pasaran. Kentang termasuk tanaman semusim karena hanya satu kali berproduksi dan setelah itu mati dengan umur relatif pendek hanya 90. Kentang dapat tumbuh pada ketinggian 500 m sampai dengan 3000 m Dpl, terbaik pada ketinggian 1300 m Dpl. Tanaman kentang dapat tumbuh baik pada tanah yang subur dan mempunyai drainase yang baik.

Sebelum mulai budi daya tanah diolah dengan menggunakan traktor atau cangkul sampai bersih dari gulma dan sisa akar tanaman sebelumnya. Kedalaman mengolah tanah antara 30-40 cm. Tanaman kentang menghendaki tanah yang gembur dengan drainase baik. Apabila tanah keras akan menyulitkan perkembangan umbi. Setelah tanah digemburkan kemudian diberi pupuk kandang atau kompos matang. Kebutuhan pupuk setiap satu hektar lahan sekitar  20-40 ton atau 0,5-0,8 kg/tanaman.

“Penanaman kentang baru bisa dilakukan satu minggu setelah pengolahan tanah dan pembuatan bedengan. Bedengan dibuat memanjang ke arah barat-timur agar memperoleh sinar matahari secara optimal, kemudian dipasang mulsa plastik,” terangnya. Umumnya tanaman kentang diperbanyak dengan umbinya. Umbi yang digunakan untuk bibit dipilih dari umbi yang sehat dan bentuknya normal. Umbi yang terkena penyakit, cacat, dan bentuk umbinya menyimpang harus dibuang. Kemudian umbi yang telah dipilih dibenamkan dalam tanah sampai setebal 15-20 cm. Jarak tanam tanaman kentang 30 x 50 cm, sehingga dalam 1 hektar populasi tanaman mencapai 66.600.

Pemeliharaan pada tanaman kentang meliputi menyiangi gulma, menyiram tanaman secara rutin karena kentang membutuhkan banyak air. Pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) dilakukan dengan penyemprotan insektisida setelah tanaman berumur dua minggu dan dilakukan secara rutin. Pemupukan dilakukan pada waktu tanam dan setelah penyiangan, pemupukan susulan dilakukan sekitar 1 bulan setelah tanam dan pemupukan susulan kedua dilakukan 45 hari setelah tanam. Setelah tanamam berumur satu bulan harus dilakukan pemasangan ajir.

Setelah tanaman kentang berumur  90 hari dapat dipanen. Kentang sudah dapat dipanen apabila daun-daun tanaman telah berubah warna dari hijau menjadi kuning merata, batang tanaman agak mengering dan kulit umbi sudah kuat, tidak mudah lecet sehingga tidak gampang terluka jika terkena gesekan dan tidak mudah terinfeksi. Umbi dipanen dengan cara menggali guludan dengan cangkul atau garpu secara hati-hati supaya tidak melukai umbinya. Umbi diangkut ke atas tanah dan dibiarkan di atas guludan selama 2-3 jam supaya umbi menjadi kering. (pur)