Selera Pasar Dinamis Inovasi Motif Endek Bali Mutlak Diperbaharui   ‪

37
‪DINAMIS - Menyikapi selera pasar yang dinamis, inovasi produsen endek merupakan hal mutlak. Jika tidak mereka terancam kalah saing. (gun)

Denpasar (Bisnis Bali) – Kain tenun ikat Bali yakni, endek marak diproduksi kalangan produsen di Bali, yang berkembang sebagai pelaku usaha kecil menengah (UKM). Sebagian dari mereka masih terkonsentrasi di pasar lokal, karena peluang pasarnya cerah. Namun sebagian lagi juga ada yang sudah berkiblat di perdagangan ekspor.   Meningkatkan daya saing endek Bali, pelatihan desain dan motif dipandang perlu karena karakter pasar produk fashion sangat dinamis.

‪Ketua Kadin Denpasar, Nugra Artana, Selasa (3/10) menyampaikan, pelatihan bagi produsen bagian dari investasi yang mengandung tujuan strategis yakni, meningkatkan daya saing produk sekaligus mampu menjawab kebutuhan pasar yang dinamis. Seperti diketahui, kain dan produk endek makin populer. Ini menandakan peluang pasarnya yang cerah, sehingga motivasi para produsen untuk mampu maksimal dalam pelayanan amat penting, guna meningkatkan profit usaha.

‪Keterlibatan swasta dan instansi terkait dalam menunjang perkembangan UKM endek Bali, diharapkan bukan saja menguatkan manajamen bisnis tapi juga mampu bersaing di pasar ekspor. Itu karena produk kearifan lokal semacam ini, merupakan salah satu keunggulan bersaing dalam mengantisipasi produk serupa dari luar atau negara lainnya.

‪Sebelumnya Owner Bali Puspa Bordir, Jro Puspawati menyampaikan, endek Bali memiliki kekhasan tersendiri dari sisi motif – motifnya yang unik dan bermutu. Ini mesti disadari kalangan produsen, sehingga mampu menjadi yang terbaik dalam kancah persaingan global. Terutama pasar ASEAN yang memiliki karakter budaya dan pasar serupa, sehingga kesinambungan produksi tetap bisa dijaga. Pemanfaatan bahan baku lokal dan pemotif yang berlatar belakang budaya Bali, juga diyakini akan makin menguatkan daya saing endek Bali dengan mampu optimal dalam penjualan. Mendukung hal itu, kemampuan promosi tak kalah menentukan keberhasilan dalam bersaing. Terutama menyangkut penguasaan bahasa asing, agar dalam menghadapi para buyer asing di pameran – pameran berskala internasional bisa lobi – lobi bisnis dalam rangka pengembangan jaringan pasar dapat dilakukan dengan baik dan profesional.

‪Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Bali mengekspor pakaian jadi bukan rajutan dengan meraih devisa 6,22 juta dolar AS selama  Mei 2017. Kondisi ekspor naik 1,169 juta dolar AS atau 23,12 persen dibanding bulan sebelumnya yakni April 2017 hanya sebesar 5,059 juta dolar AS.

‪Perolehan tersebut dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, juga meningkat 5,723 juta dolar AS atau 61,94 persen, karena pengapalan hasil sentuhan tangan-tangan terampil perajin Bali itu pada  Mei 2016 menyumbangkan sebesar 3,846 juta dolar AS.

‪Pakaian jadi bukan rajutan hasil usaha kecil skala rumah tangga itu, mampu memberikan andil sebesar 12,25 persen dari total ekspor Bali sebesar 50,84 juta dolar AS selama bulan Mei 2017, meningkat 26,84 persen dibanding bulan sebelumnya yang tercatat 40,082 juta dolar AS. (gun)