NPL Tinggi, BPR Selektif Salurkan Kredit

30

Denpasar (Bisnis Bali) – Tumbuh – kembang bank perkreditan rakyat (BPR) sangat tergantung dari kemampuan pengurus dalam melempar kredit (funding). Komisaris BPR Luhur Damai, IGN. Arimbawa, S.E., Kamis (5/10) mengatakan di tengah tingginya angka kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) BPR tentunya makin selektif menyalurkan kredit.

Diungkapkannya, dalam penggaetan dana pihak ketiga (DPK) BPR tidak banyak menghadapi masalah. BPR mesti memberikan perhatian kepada pelemparan kredit.

Ia menjelaskan dalam fungsi intermediasi BPR diwajibkan untuk menggaet dana pihak ketiga (DPK). Selanjutnya DPK   dilempar kembali ke masyarakat dan sektor UMKM dalam bentuk kredit.

Dipaparkannya, ketika BPR bisa mengaaet DPK dalam jumlah besar tentu mesti diikuti dengan upaya pelemparan kredit secara maksimal. Sektor yang selama ini digarap BPR antara lain sektor UMKM termasuk sektor properti.

Lebih lanjut, Ngurah Arimbawa mengatakan sektor properti menggeliat sejak 1999. BPR Luhur Damai menjadi salah satu BPR pionir menawarkan kredit properti.
Kredit properti pada awalnya memang untuk kebutuhan perumahan bagi masyarakat termasuk pengembangan fasilitas pariwisata. Tumbuhnya sektor properti mendorong masyarakat menjadikan sektor ini sebagai tempat untuk berinvestasi. Boomingnya sektor properti dijadikan tempat mencari deviden.

Persepsi investasi pada sektor properti menyebabkan harga tanah dan rumah menjadi melambung tinggi. Pembeli tanah banyak melakukan spekulasi.

Ia menilai dalam beberapa tahun terakhir banyak pembeli properti yang berspekulasi. Ini menyebabkan penyalurkan kredit ke sektor properti risikonya semakin tinggi. (kup)