Dinas Perikanan Kota Denpasar Kembangkan Bioflok Pembibitan Ikan

15
Dinas Perikanan Kota Denpasar melakukan pembinaan pengembangan inovasi teknologi dengan sistem bioflok pembibitan ikan.  (sta)

Denpasar (Bisnis Bali) – Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar melalui Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan, terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pendapatan para petani pembudidaya ikan.

Salah satu terobosan yang kini sedang dilirik adalah pengembangan inovasi teknologi dengan sistem bioflok  dalam pembibitan ikan. Hal ini didukung langsung oleh Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar dengan memberikan penyuluhan dan pelatihan kepada para pembudidaya ikan.

“Kami terus memberikan support kepada para pembudidaya ikan dengan harapan hasil bisa maksimal diperoleh ke depannya,” ujar Kadis Perikanaan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar, A.A. Bayu Brahmasta, Kamis (5/10) di Denpasar. Lebih lanjut Gung Bayu yang didampingi Kepala UPT Pasar Benih dan Balai Benih Ikan, I Wayan Sugasta.

Pihaknya menjelaskan tentang teknologi tersebut, bahwa saat ini popularitas budidaya ikan ini semakin meningkat di kalangan masyarakat dan pembudidaya ikan. Kondisi itu bisa terjadi, karena teknologi tersebut dinilai mampu menggenjot produktivitas ikan dengan penggunaan lahan yang tidak terlalu luas dan juga hemat sumber air.

Semua efek positif itu bisa didapat, karena teknologi tersebut mengadopsi bentuk rekayasa lingkungan yang mengandalkan suplai oksigen dan pemanfaatan mikroorganisme, dan secara langsung dapat meningkatkan nilai kecernaan pakan.

“Dengan mengunakan teknologi bioflok, produksi ikan bisa mengalami peningkatan hingga tiga kali lipat dari produksi biasa. Selain itu, manfaat positif yang dihasilkan dari teknologi tersebut, membuktikan bioflok adalah teknologi yang ramah lingkungan, dan ke depannya akan kami gabungkan dengan sistem aquaponik, yakni metode ini dipadukan dengan tanaman sayuran,” tambahnya.

Fakta tersebut juga menjadi catatan positif karena teknologi budidaya perikanan kini mengarah pada konsep keberlanjutan. Hal tersebutlah yang disukai para pembudidaya dan sangat bermanfaat untuk menambah suplai ikan. Target produksi benih dari usaha pembenihan rakyat sebesar 7.581.000 ekor sampai dengan bulan septemer 2017 5.301.000 ekor yang dikirim keluar daerah Bali dan Keluar Negeri Negara Timor Leste. (sta)