Pengusaha Laundry Uap ’’Bidik’’ Pemilik Pakaian ’’Branded”

36
Jasa laundry uap. (aya)

Denpasar (Bisnis Bali) – Bertambahnya variasi bahan serta ragam hiasan yang dipakai dalam industri garmen atau fashion, membuat para penyedia jasa laundry merasa harus meningkatkan fitur tambahan mereka.

Menurut Hendra, salah seorang pemilik jasa laundry uap di kawasan Denpasar, Rabu (4/10), jenis setrika yang digunakan untuk bisnis laundrynya berorientasi pada pasar orang-orang fashionista yang memiliki kemampuan membeli sekaligus merawat pakaian-pakaian branded (ternama) yang tidak bisa dikerjakan dengan setrika biasa.

“Tentunya konsumen akan komplin, jika baju mahal gosong atau ternodai akibat kesalahan cara menyetrika,” ujarnya.

Lanjutnya, lengket, noda hitam akibat gosong atau suhu setrika yang kurang sesuai bisa memicu kerusakan bahan pakaian dalam waktu dekat atau panjang. “Inilah yang membawa kaum fashionista ke laundry uap kepercayaan mereka. Beberapa baju mahal memang tidak bisa disetrika sembarangan,” ungkapnya.

Katanya, setrika uap  mampu melaksanakan wet cleaning untuk kebaya dan sejenisnya.

Selain itu, juga dapat membuat pakaian menjadi licin lebih lama.  Untuk menjaga kerapihan pakaian atau kain yang dilaundry, tentunya setrika jenis ini direkomendasikan.

 “Setrika uap berasal dari bahan gas, namun tetap aman digunakan serta tidak membuat kain menjadi rusak namun tetap halus. Soal higienis tentunya sudah tidak perlu ditanya lagi, karena sudah pasti higienis tanpa bahan atau zat berbahaya yang menempel pada serat baju, sehingga tidak akan meninggalkan bekas dan bau tak sedap yang mampu menimbulkan iritasi pada pemakainya,” jelasnya.

Ia menambahkan, setrika uap ini juga memiliki kecepatan tiga kali lipat dibandingkan dengan setrika listrik biasa.

Hal senada diungkapkan I Made Raka, salah seorang pebisnis laundry uap lainnya.

“Menggunakan setrika uap, pakaian akan jauh dari risiko lengket serta berlubang. Karena setrika ini sangat aman dan tentunya tidak akan membuat pakaian menjadi rusak,” ujarnya. Lanjutnya, setrika ini sangat cocok digunakan untuk berbagai jenis kain, sehingga akan memaksimalkan kerja pegawainya serta tidak perlu repot menyiapkan banyak setrika sesuai dengan jenis kain yang terdapat pada pakaian ataupun yang lainnya. “Pakaian tidak akan lengket atau berlubang, karena setrika uap memiliki daya panas yang stabil dibandingkan dengan setrika pada umumnya,” ungkapnya.

Katanya, sebagian masyarakat di daerah ini, kini cenderung menggunakan jasa laundry uap, yakni selain tarif yang tidak berbeda jauh dengaan laundry biasa, juga hasilnya lebih maksimal.

Bisnis laundrynya hingga kini cukup prospektif, kendati persaingan kian ketat. ‘’Hal ini tak lepas dari makin berkembangnya pola hidup praktis masyarakat, dan tentunya kami memberikan kualitas pelayanan yang prima serta tarif bersaing,’’ jelasnya.

Lanjut dia, untuk menjalankan sebuah bisnis, khususnya laundry, tidak membutuhkan banyak teori. ‘’Yang penting ada kemauan, karena yang namanya usaha laundry tidak pernah berakhir, yakni sama dengan usaha makanan. Setiap hari orang perlu makan, sedangkan laundry setiap hari orang perlu mencuci pakaian,’’ katanya. (aya)