Gebyar Wisata 2017, Buktikan Pariwisata Bali tetap Aman

31

Denpasar (Bisnis Bali) – DPD Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (Putri) Bali menggelar pameran Gebyar Wisata 2017 sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi yang terjadi di sektor pariwisata pascastatus awas Gunung Agung. Diharapkan, melalui ajang pameran yang mengarah ke direct market ini, bisa membuktikan kepada wisatawan jika pariwisata Bali tetap aman dikunjungi.

“Gebyar Wisata 2017 ini akan digelar 6-8 Oktober di Beachwalk dengan melibatkan 16 partisipan anggota Putri Bali,” kata Ketua DPD Putri Bali I Gusti Agung Ayu Inda Trimafo Yudha di Renon, Rabu (4/10).

Menurutnya, pada acara tersebut akan banyak ditawarkan paket-paket tour yang ada di Bali dengan sasaran 20 ribu hingga 40 ribu pengunjung yang setiap harinya datang ke Beachwalk. Segmen pasar yang disasar mulai wisatawan domestik hingga mancanegara. 16 partisipan pun akan memberikan berbagai harga spesial termasuk diskon khusus.

“Selain wisatawan mancanegara kami harapkan market lokal juga

mengetahui tour-tour wisata yang ada di Bali sehingga bisa menikmati dengan harga-harga spesial,” ujarnya.

Ia berharap, kegiatan yang kali pertama ini bisa berkesinambungan

ke depannya setiap tahunnya. Walaupun saat ini masih dibayangi kondisi di Gunung Agung, gebyar wisata tetap berjalan sebagai upaya menormalisasi kegiatan pariwisata.

“Kita ingin mempertahankan kunjungan wisata ke Bali terutama tempat atau objek wisata sekitar 12 kilometer dari radius Gunung Agung. Kita ingin memulihkan itu bahwa Bali tetap aman dikunjungi, bahkan jika diperlukan tamu yang terkena dampak akan kita carikan hotel di tempat lain yang lebih aman. Paling tidak apa yang ada sekarang itu yang kita garap di Bali,” katanya.

Koordinator Gebyar Wisata 2017, I Gusti Agung Ngurah Kertiyasa yang juga Sekretaris I DPD Putri Bali mengatakan, acara ini juga untuk mengingatkan kembali kepada wisatawan lokal yang selama ini mind set ke luar, bahwa objek wisata di Bali juga tidak kalah dengan daerah luar. Ini juga sebagai ajang bagi 15  objek wisata seperti dari kebun binatang, adventure company, kopi luwak, tempat hiburan dan pariwisata di Bali untuk bertemu dengan direct market.

“Harapan kita gebyar ini akan dilakukan rutin tapi dengan tematik

berbeda, karena banyak objek wisata di Bali yang tidak terekspos,”

katanya

Hal serupa dikatakan Sekretaris Umum DPD Putri Bali, Drs. Wayan

Wijana, S.H. Ia mengatakan, dengan melakukan kegiatan sosial ekonomi ini dapat memajukan objek pariwisata di Bali. “Selama ini kita selalu gencar melakukan promosi di luar tapi

tarikannya tidak tinggi, karena itu kenapa tidak kita gunakan peluang wisatawan yang sudah ada di Bali untuk menarik dan mengangkat tingkat kunjungan di Bali,” katanya. (dik)