Bunga Dana “Linkage” belum Turun BPR Sulit Sesuaikan Bunga Kredit  

46

Denpasar (Bisnis Bali) – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah menetapkan perubahan suku bunga penjaminan untuk di bank umum dan bank perkreditan rakyat (BPR). Direktur Utama BPR Padma, Cok Gde Mahadewa mengatakan, BPR sulit menyesuaikan bunga kredit penurunan bunga penjaminan LPS karena bunga dana linkage bank umum belum diturunkan.

Wakil Ketua DPD Perbarindo Bali ini mengungkapkan, LPS sudah menetapkan tingkat bunga penjaminan untuk periode 15 September 2017 sampai 15 Januari 2018. Suku bunga penjaminan simpanan rupiah di bank umum turun dari 6,25 persen menjadi 6 persen dan untuk BPR turun dari 8,75 persen menjadi 8,5 persen.

Ia menjelaskan, penurunan bunga penjaminan LPS tentu disambut baik oleh industri BPR di Bali. Masing-masing BPR secara perlahan-lahan akan menurunkan suku bunga dana pihak ketiga (DPK).

Dipaparkannya, penurunan suku bunga DPK ini tentunya menyesuaikan kondisi BPR dengan beberapa faktor pertimbangan. Penurunan bunga DPK salah satunya, mesti melihat kondisi likuiditas masing-masing BPR.

Lebih lanjut dikatakannya, penurunan suku bunga penjaminan LPS untuk BPR tentu tidak hanya akan berdampak penyesuaian suku bunga kredit. Setelah menyesuaikan bunga DPK, BPR tentu akan menyesuaikan suku bunga kredit yang disalurkan ke masyarakat dan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Ditegaskannya, untuk penurunan bunga kredit khususnya kredit baru, BPR Padma misalnya sudah mengarah pada penerapan bunga kredit yang lebih murah. Ini merupakan upaya dan sumbangsih BPR untuk mendorong perekonomian. (kup)