Mangupura (Bisnis Bali) – Berdasarkan pemantauan dan evaluasi di lapangan, penerapan transaksi tol nontunai di Jalan Tol Bali Mandara berjalan lancar pascaberlakunya 100 persen pada 1 Oktober lalu. Kendati demikian, Jasamarga Bali Tol (JBT) tetap menyiapkan uang kembalian mencapai Rp 60 juta.

Direktur Utama PT JBT, Akhmad Tito Karim di Nusa Dua mengatakan, sebelum transaksi jalan tol berlaku 100 persen, pihaknya selalu menyiapkan uang kembalian logam, khususnya Rp 500 dalam jumlah banyak. JBT bisa menyediakan uang kembalian mencapai Rp 120 juta.

“Kini dengan berlakunya transaksi nontunai menggunakan uang elektronik tentu harapannya tidak ada lagi pengembalian uang logam, tetapi karena masih tahap awal kami tetap menyiapkan dana untuk melayani kembalian khususnya pengembalian uang biaya top-up mencapai Rp 60 juta,” katanya.

Menurutnya, dengan pembayaran menggunakan transaksi elektronik, pelayanan di gardu tol bisa lebih cepat. Hanya perlu waktu tiga detik untuk masuk ke dalam jalan tol sehingga tidak ada antrean. Sebaliknya, di gardu yang masih melayani pembayaran manual, waktunya lebih lama dengan antrean yang lebih panjang.

Sementara itu Humas JBT Drajat Hari Suseno saat dihubungi menjelaskan, uang kembalian top up disediakan untuk pengguna jalan tol yang saldonya kurang dan bermaksud mengisi ulang uang elektroniknya di gerbang tol.

“Kita tidak pernah tahu pengguna jalan tol akan isi ulang berapa. Untuk itu perlu disiapkan uang kembalian. Di samping itu, pada masa transisi ini masih ada pengguna jalan tol yang belum memiliki uang elektronik,” terangnya.

Bagi pengguna tol yang belum memiliki uang elektronik, pihaknya menganjurkan mereka membeli kartu uang elektronik. “Bila uangnya pas-pasan (tidak cukup untuk  beli uang elektronik), maka kali ini petugas akan bantu bayar dengan unik milik JBT, selanjutnya pengguna jalan tol wajib bayar dengan unik mereka sendiri,” paparnya.(dik)