Hadapi MEA 2020 Tiga Faktor Dasar Bank harus Kuat

47

Denpasar (Bisnis Bali) – Untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) bidang perbankan, kalangan lembaga keuangan harus memiliki tiga kekuatan dasar. Ketiganya adalah faktor sumber daya manusia (SDM), faktor modal, dan teknologi.

“Sangat beruntung bila suatu bank telah memiliki sumber daya yang andal, tangguh dan profesional. Sumber daya manusia yang mumpuni merupakan modal yang teramat utama, penting dan berharga dalam menghadapi MEA 2020 nanti,” tutur pengamat perbankan, IB Kade Perdana, Selasa (3/10) kemarin.

Ia menerangkan, kekuatan SDM seperti itu akan mampu menggerakkan dan mengelola bank ke arah yang tepat, benar dan kondusif serta menjadi bank yang memiliki kepercayaan yang sangat kuat dan tinggi di segenap lapisan masyarakat, utamanya di mata para investor.

“Semua itu tentu akan menjadi bank pilihan utama dan idola masyarakat banyak,” tuturnya.

Jelas Kade Perdana, para investor tidak akan pernah khawatir menanamkan modalnya pada bank tersebut, kendatipun dalam menyimpan dana diberikan imbalan dengan bunga yang relatif murah. Itu kemudian membuat bank bersangkutan menjadi efisien dan tidak akan kesulitan untuk mencari dan menambah modal mengingat memiliki reputasi yang baik dan berkualitas tinggi.

“Biasanya bank yang demikian sudah menjadi bank terbuka dengan kapitalisasi pasar yang tinggi,” ujarnya.

Sebagai cerminan bahwa bank dimaksud telah memperoleh dan memiliki kepercayaan yang tinggi dan kuat dari para investor mengingat sahamnya di pasar modal tergolong saham yang blue chip (blue chip stocks). Dalam penyaluran kredit pun akan berjalan efektif mengingat di samping itu tingkat bunganya yang murah dan perlakuannya terhadap para debeturnya sangat kondusif.

“Sebab pada prinsipnya debiturlah yang memberikan pendapatan bagi bank,” ujarnya. (man)