Denpasar (Bisnis Bali) – Transisi perubahan pembayaran menuju nontunai yang dilakukan masyarakat di Bali sampai saat ini mengalami peningkatan yang positif. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali mencatat dari segi penjualan kartu uang elektronik (unik) dari perbankan, jumlah unik yang telah terjual selama September 2017 mencapai 65.116 unit.

“Kenaikan penjualan unik terutama terjadi pada September 2017 ini setelah kita bersama gencar melakukan sosialisasi dan kampanye gerakan nasional nontunai (GNNT),” kata Kepala KPw BI Bali, Causa Iman Karana di Benoa.

Selanjutnya dari segi stok, kata Causa, persediaan uang elektronik di Bali mencapai 119.875 uang elektronik. Sementara berdasarkan data PT Jasamarga Bali Tol (JBT), pihaknya mengatakan, penjualan uang elektronik di area Jalan Tol Bali Mandara yang dilakukan oleh perbankan pada akhir September 2017 mengalami peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan awal bulan yakni naik 679,22 persen.

“Penjualan uang elektronik di Jalan Tol pada 1 September 2017 hanya terjual 255 unit meningkat menjadi 1987 unit pada 27 September 2017,” paparnya.

Sementara itu, total uang elektronik yang telah terjual di area Jalan Tol Bali Mandara selama September 2017 sampai 27 September 2017 tercatat 30.896 unit. Tidak hanya itu, berdasarkan transaksi harian JBT selama September 2017 menunjukan peningkatan transaksi nontunai yang sangat signifikan, sampai 29 September 2017 penetrasi (pangsa) pembayaran nontunai di Jalan Tol Bali Mandara telah meningkat 143,28 persen dari semula pada 1 September 2017 hanya 18,31 persen dari total transaksi terus mengalami peningkatan hingga pada 29 September 2017 mencapai kisaran 44,54 persen dari seluruh transaksi.

Melihat transaksi tersebut, Bank Sentral menilai ini tentunya menjadi awal yang menggembirakan. Transisi perubahan pola pembayaran menuju nontunai dapat dilaksanakan dengan tetap menjaga keamanan dan kenyamanan pengendara di jalan tol. (dik)