Status Gunung Agung Belum Pengaruhi IHK di Denpasar

24

Denpasar (Bisnis Bali) – Peningkatan status Gunung Agung yang dibarengi dengan gelombang pengungsian warga, dari pengamatan Badan Pusat Statistik (BPS) Bali belum berdampak signifikan pada perkembangan indeks harga konsumen di Kota Denpasar pada September lalu. Itu terbukti, periode yang sama Kota Denpasar justru mencatat deflasi mencapai 0,33 persen.

“Peningkatan status Gunung Agung memang sudah mempengaruhi aktivitas masyarakat, namun pengaruh yang muncul dari situasi tersebut belum berhasil ditangkap oleh beberapa hal. Sebab, inflasi kebetulan tidak menghitung wilayah Karangasem, karena selama penghitungan inflasi hanya menyasar wilayah Denpasar dan Singaraja,” tutur Kepala BPS Bali, Adi Nugroho di Denpasar, Senin (2/10) kemarin.

Paparnya, bercermin dari kondisi tersebut untuk dampak Gunung Agung di wilayah Denpasar, meskipun ada pengaruhnya, dampaknya belum terlalu kuat. Prediksinya, bila seandainya terpengaruh sampai ke Denpasar atau ke Singaraja, mungkin dampak dari Gunung Agung terhadap perkembangan indeks harga konsumen baru dirasakan pada Oktober ini.

Jelas Adi, September 2017 berdasarkan hasil pemantauan harga-harga di Kota Denpasar terjadi deflasi 0,33 persen dengan IHK 125,64. Tingkat inflasi tahun kalender 2,06 persen. Tingkat inflasi tahun ke tahun (YoY) 2,86 persen. Katanya, deflasi ditunjukkan oleh turunnya indeks pada kelompok bahan makanan mencapai 1,65 persen, disusul kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,56 perse, serta kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,03 persen.

“September 2017 komoditas yang tercatat penyumbang deflasi di antaranya bawang merah, daging ayam ras, bawang putih, cabai rawit, cabai merah, dan tarif angkutan udara,” ujarnya.

Sambungnya, khusus terkait kelompok pengeluaran bahan makanan yang merupakan penyumbang deflasi terbanyak pada September 2017 lalu, didorong oleh deflasi pada lima subkelompok pengeluaran, yakni subkelompok bumbu-bumbuan mencapai 12,95 persen, subkelompok daging dan hasil-hasilnya 2,69 persen, subkelompok ikan segar 1,78 persen, subkelompok lemak dan minyak 0,98 persen, serta subkelompok sayur-sayuran mencapai 0,36 persen. (man)