Pemkab Tabanan Miliki Potensi Besar untuk Menarik Investor

19
Penghargaan IAI Award 2017 diterima langsung oleh Bupati Tabanan. (man)

Jakarta (Bisnis Bali) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan memiliki potensi besar untuk dapat menarik minat investor di bidang industri dan pelaku bisnis berbagai sektor dalam memajukan perekonomian daerah. Kondisi tersebut sekaligus menjadikan daerah lumbung pangan Bali ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, bahkan terbaru datang dalam bentuk Indonesia’s Attractives Index (IAI) Award 2017, yang digulirkan Tempo Media Group bekerja sama dengan Frointer Consulting Group.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Eka, di Java Ballroom Hotel Westin, Jakarta Pusat, pada Jumat (29/9) lalu. Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti dalam kesempatan tersebut mengungkapkan, di bidang investasi, pihaknya terus mendukung nilai kearifan lokal dan mengangkat desa-desa wisata serta terus mengembangkannya melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk mengurangi pengangguran.

“Tidak perlu ekspor, kami jual saja produk BUMDes kepada wisatawan atau turis, perbanyak pasar oleh-oleh, kerajinan, dan kuliner. Jadikan masyarakat sebagai penikmatnya langsung,” kata Bupati Eka usai menerima penghargaan tersebut.

Pengembangan ekonomi seperti itu, sambungnya, sebagai salah satu celah untuk menggerakkan ekonomi masyarakat yang pada akhirnya akan berimbas pada pembangunan daerah. Demikian halnya dengan pengembangan infrastruktur melalui semangat gotong royong dalam bentuk Program Partisipatif. Program ini merupakan strategi pembangunan Kabupaten Tabanan yang telah diterapkan sejak beberapa tahun terakhir untuk menjawab keterabatasan APBD dalam membiayai langsung pembangunan infrastruktur.

Dengan pola pembangunan seperti itu, masyarakat terlibat langsung dalam proses pembangunan. Masyarakat juga yang langsung mengerjakan infrastruktur apa yang dikehendaki. Sementara, pemerintah mendukungnya dengan menyediakan material.

“Program partisipatif merupakan salah satu kiat sukses kami untuk menuntaskan persoalan infrastruktur di Tabanan. Karena jika hanya mengandalkan APBD, kami tidak bisa berbuat banyak. Infrastruktur saat ini kami bangun terus dan mudah-mudahan pada 2018 nanti bisa selesai semuanya,” katanya.

Sementara, pada bidang pelayanan publik, Pemkab Tabanan terus meningkatkan pelayanan yang berbasis IT. Di sisi lain pada sektor pariwisata, Kabupaten Tabanan terus berusaha meningkatkan jumlah wisatawan yang datang baik itu lokal maupun mancanegara.

“Pariwisata seperti Jatiluwih, Ulundanu beratan, Tanah lot memang sudah menjadi warisan dari dulu yang setiap tahunnya mendatangkan wisatawan lebih dari 15.000 orang, kedepannya kita akan terus kembangkan wisata khususnya pada wisata alam,” ujarnya. (man)