Kebutuhan Pengungsi Tercukupi Relawan Singaraja Utamakan Asupan Sayuran

10
Kondisi para pengungsi asal Karangasem terlihat nyaman berbaur dan tinggal di basecamp Desa Tembok Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng.  (ira)

Singaraja (Bisnis Bali) –  Pengungsi asal Karangasem di wilayah Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, terpantau aktif mempersiapkan dan menata kebutuhan logistik makanan dari para donatur. Mereka sementara mengungsi karena level status Gunung Agung yang dinyatakan oleh Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meningkat menjadi awas.

Masyarakat Karangasem yang bermukim dalam radius 12 km dari Gunung Agung harus mengungsi. Kini, sudah satu minggu lamanya mereka tinggal di Desa Tembok. Pilihan Desa Tembok, karena hanya berjarak 35 Km dari Kota Singaraja, dan berbatasan langsung dengan daerah asalnya di Karangasem. Beruntung, pengungsi tidak ada kesulitan tempat tinggal dan kebutuhan asupan makanan. “Kebutuhan bahan makanan dari beras, mie instan, sampai sayur-sayuran masih tercukupi. Sekarang yang banyak diperlukan adalah sayuran, kalau banyak mie instan nanti kurang baik untuk kesehatan,” ujar Perwakilan relawan Desa Tembok Kadek Sudantara beberapa waktu lalu.

Sudantara mengatakan, jumlah pengungsi di Desa Tembok mencapai angka ribuan. Ia menyebutkan data terakhir mencapai 5.900 untuk di Desa Tembok, dan diakui dapat meningkat jumlahnya. “Memasuki hari ke-7, tiap hari ada peningkatan pengungsi. Karena mereka (pengungsi) ada yang pindah-pindah tempat. Angka yang masuk hingga Kamis (28/9) lalu sebanyak 5.900 orang. Kami dalam proses pendataan kembali. Masih ada peningkatan jumlah pengungsi setiap harinya,” katanya.

Sementara itu, Perbekel Desa Tembok, Dewa Komang Yudi Astara mengatakan, rencana awal pengungsi di Desa Tembok dari rapat di rumah jabatan bersama Bupati Buleleng, diplot hanya 2.500 pengungsi. Kini mengalami over capacity hingga mendekati angka 6.000 pengungsi. “Over capacity dimaksud bukan soal tempat, kita banyak lahan kosong yang dapat ditempati. Hanya saja, sekarang bagaimana pengungsi dapat tinggal dengan nyaman,” ujarnya.

Pihaknya menjelaskan, mendekati musim penghujan ke depan menjadi pertimbangan untuk menambah kuantitas tenda besar. Sedangkan masalah kebutuhan air dan MCK diakui tidak ada masalah. “Pengungsi agar bisa tinggal dengan nyaman, kami sudah lengkapi fasilitas tenda, air dan MCK supaya tidak menjadi masalah,” jelasnya.

Salah seorang pengungsi, Ni Luh Watu (50 th) tampak menemani cucunya yang baru berusia enam bulan di basecamp pengungsian di Desa Tembok. Ia bercerita, pihaknya merasa cukup nyaman tinggal di pengungsian. Ia pasrah dan berharap dapat segera pulang ke Karangasem, ketika status Gunung Agung ke depan dinyatakan normal dan aman.

 “Tinggal sudah seminggu sama anak dan cucu di pengungsian Desa Tembok. Sekarang hanya bisa berdoa atas musibah Gunung Agung supaya cepat selesai,” tandasnya. (ira)