Ikuti Perkembangan ’’Fashion’’ Kiat Sukses Batik Dongkrak Permintaan

19

Denpasar (Bisnis Bali)- 2 Oktober yang ditetapkan sebagai Hari Batik, ternyata mampu mendongkrak permintaan kain tradisional tersebut. Keanekaragaman batik juga terus mengalami perkembangan, menyesuaikan dengan perkembangan fashion.

Bertepatan dengan Hari Batik, pemilik butik Yogaya, Padang di bilangan Jalan Hayam wuruk, Denpasar kepada Bisnis Bali mengatakan, permintaan batik dalam beberapa hari belakangan mengalami peningkatan. Tingginya permintaan ini sejalan dengan inovasi yang terus dilakukan pihaknya, terutama dari segi mode.

“Kalau dulu busana batik terkesan hanya untuk orang tua, desainnya monoton dan tidak cocok untuk anak muda. Hal tersebut membuat permintaan batik tidak terlalu banyak,” ucapnya. Melihat kondisi tersebut para produsen busana batik mulai melirik pangsa pasar remaja dan anak-anak, sehingga pemasaran akan lebih luas. Karenanya, pihaknya mengaku  berupaya melakukan perubahan dari segi mode. Dengan demikian batik dapat lebih menarik bagi generasi muda,dan tidak terkesan tua.

Desain batik terbaru dan banyak disukai remaja putri adalah, model kemeja biasa, yang simpel dan tidak ada lipatan – lipatan ataupun pita yang biasanya menjadi ciri khas dari busana batik wanita. “Model kemeja simpel ini ternyata mampu menarik minat remaja terhadap batik, ketimbang model yang terkesan lebih feminin karena model seperti itu dianggap akan membuat penampilan mereka menjadi lebih tua dari umurnya,” tukasnya. Dari segi permintaan, kalangan remaja lebih memilih model yang terkesan santai, sedangkan orang dewasa memilih model yang lebih formal

Selain desain, dari segi pewarnaan, batik juga terus mengalami perubahan dan perkembangan. warna batik tidak lagi monoton dengan warna kecoklatan dan terkesan usang. Namun perpaduan warna cerah dan terkesan segar, juga mulai banyak digunakan, sehingga lebih cocok untuk anak muda maupun orang dewasa.

Ditanya apakah persaingan antara kain tradisioanl batik dan endek mempengaruhi pemasaran batik, Alfi mengatakan, itu biasa dan tidak berdampak besar. “Batik dan endek memiliki ciri khas dan keunggulan masing-masing, sehingga kedua jenis kain tradisional ini diminati dan sedang ngetren. Jadi  pelanggan pasti ingin memiliki keduanya, baik batik maupun endek,” tandasnya.  (pur)