Diskop UMKM Denpasar Genjot Diklat Uji Kompetensi

10
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar, Made Erwin Suryadarma Sena , S.E.,M.Si.

Denpasar (Bisnis Bali) –Â Menuju kota kompeten, Pemkot Denpasar terus berupaya memfasilitasi, mensosialisasikan program sumber daya manusia (SDM) berkompeten. Termasuk Dinas Koperasi dan UMKM terus mendorong SDM pengelola koperasi dan pelaku usaha agar memiliki sertifikat kompetensi. Bahkan pemerintah terus melakukan upaya pengakuan kompeten bagi gerakan koperasi. Bahkan, setiap ada kegiatan yang melibatkan koperasi dan UMKM terus menerus mengajak agar melaksanakan diklat kompetensi swadaya. Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar, Made Erwin Suryadarma Sena, S.E.,M.Si., Senin (2/10) di Denpasar.

Menurut Erwin Suryadarma, sampai saat ini jumlah koperasi sebanyak 1.128 unit. Dari jumlah tersebut, baru sekitar 30 persen yang pengelolanya mengantongi sertifikat uji kompeten. Oleh karena itu, pemerintah terus berupaya agar pengurus selaku pengelola mengajak dan mengalokasikan dana pendidikannya untuk membiayai pengelola koperasi menjadi peserta diklat uji kompetensi. Bukan hanya itu, pemerintah juga komitmen memberikan dorongan lewat diklat uji kompetensi. Hanya saja, lanjut Erwin Suryadarma, dana sangat terbatas sehingga tidak banyak yang dapat dibantu. Oleh karena itu, pihaknya terus menerus mensosialisasikan agar seluruh gerakan koperasi memanfaatkan dana pendidikan dengan baik.

”Kami memfasilitasi gerakan, namun tidak semuanya. Oleh karena itu, kami berharap agar koperasi memanfaatkan dana pendidikan untuk diklat kompetensi,” katanya.

Erwin Suryadarma mengakui, dalam proses permohonan badan hukum (BH) koperasi sudah diwajibkan untuk pengelola koperasi baru agar memiliki sertifikat uji kompetensi.

Bukan hanya bagi pemohon koperasi baru, juga sudah disosialisasikan kepada koperasi pemula agar pengelolanya sudah kompeten. ”Koperasi bisa dikelola langsung pengurus, maka ketua pengurus koperasi wajib mengantongi sertifikat kompeten. Kalau koperasi dikelola manajer, maka manajernya wajib juga memiliki sertifikat kompetensi. Kami akan terus berupaya agar tenaga kerja di koperasi semuanya kompeten,” jelasnya. (sta)