BPR Dituntut Kompetitif dan Kontributif

17

Denpasar (Bisnis Bali) – Bank perkreditan rakyat (BPR) akan dihadapkan persaingan yang makin ketat. Kepala Bidang Pengawasan Bank, OJK Bali Nusra, Robert Sianipar, Senin (2/10) mengatakan, BPR dituntut melakukan penguatan ke dalam, kompetitif dan kontributif.

Ia mengungkapkan, dalam operasional BPR dihadapi persaingan dengan lembaga keuangan lainnya seperti bank umum, LPD, koperasi dan lainnya. Kondisi ini makin dipersulit dengan perlambatan ekonomi sehingga BPR juga dituntut melakukan penguatan ke dalam.

Ia menjelaskan, untuk siap menghadapi persaingan, BPR memang dituntut harus kuat. Hal ini bisa dilakukan dengan memenuhi rasio kecukupan permodalan.

Dipaparkannya, dalam melaksanakan aktivitas perbankan, BPR dihadapkan berbagai risiko. Dengan memenuhi persyaratan kecukupan permodalan BPR akan makin siap menghadapi risiko tersebut.

Lebih lanjut dikatakannya, dalam menghadapi persaingan, BPR juga dituntut produk yang bersaing. Produk BPR harus memenuhi kebutuhan pasar baik untuk masyarakat umum, pelajar termasuk sektor UMKM.

Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir perekonomian Indonesia termasuk di Bali mengalami perlambatan. Hal ini berdampak pada industri BPR dengan peningkatan kredit bermasalah (NPL). Sektor yang paling banyak berdampak peningkatan NPL BPR salah satunya sektor properti.

Menyikapi perlambatan ekonomi ini, BPR dituntut kontributif. BPR diharapkan memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah. (kup)